Andalan

PENANTIAN DAN HARAPAN

Setelah bergulat sekian lama mempersiapkan akreditasi RS, tahapan demi tahapan telah dilalui.

akreditasi1

Antusiasme kerja rekan-rekan disemua pokja benar-benar luar biasa dalam menghadapi akreditasi

 

 

 

Pelatihan penggunaan apar untuk kebakaran
Pelatihan penggunaan apar untuk kebakaran

Pelatihan dan Diklat selalu dihadiri direktur untuk mensupport semangat karyawan supaya tetap optimal dalam mempersiapkan akreditasi

 

 

img_20161114_090003

 

 

Direktur meninjau kesiapan sarana dan prasarana sebelum telusur lapangan oleh surveyor

 

 

 

whatsapp-image-2016-11-15-at-15-41-55
Telusur Dokumen tiap pokja oleh masing-masing surveyor KARS
whatsapp-image-2016-11-15-at-15-43-09

 

 

 

whatsapp-image-2016-11-15-at-15-44-27img-20161115-wa0006

 

 

 

 

 

 

Menuggu panggilan telusur dokumen lumayan menguras tenaga dan pikiran apalagi sampai larut malam

 

img-20161116-wa0004

img_20161117_123539

img-20161116-wa0006

img-20161116-wa0013 img-20161116-wa0031

 

 

Semua kena telusur, beberapa disuruh praktek cuci tangan, menjelaskan SOP setiap unit kerja dan instalasi.
img-20161116-wa0045
img-20161117-wa0018 img-20161117-wa0037

 

 

 

 

 

Akreditasi OKe ujar Bos RSUD, sukses pak!
img-20161117-wa0040

 

Foto bersama dengan surveyor akreditasi RS sebelum meninggalkan RSUD Kapuas.

img-20161117-wa0041

 

 

Sebelum balik ke tempatnya masing-masing Assesor menyempatkan diri untuk berfoto ditaman bundaran besar Kuala Kapuas, semoga menjadi kenangan indah dan kami mendapatkan apa yang diharapkan.

TERIMA KASIH KAWAN-KAWAN, INI ADALAH PERMULAAN KEBIASAAN BARU KITA.

TETAPLAH SEPERTI INI, MARI KITA JADIKAN BUDAYA KERJA KITA DI RS TERCINTA INI.

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad, SAW (26 Rabiul Awal 1439 H / 15 Desember 2017) bersama Guru M. Nur Husaini di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas

Pada hari Jum’at, 15 Desember 2017 (26 Rabiul Awal 1439 H) Pukul 08.00 WIB, bertempat di Ruang Pertemuan Gazebo RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad, SAW bersama Guru Muhammad Nur Husaini dari Banjarmasin bersama seluruh staf RSUD Kapuas.

 

 

 

 

Guru Muhammad Nur Husaini menyampaikan bahwa Maulid Nabi Besar Muhammad SAW merupakan wujud bersyukurnya kita atas berkah dan rahmat karunia Allah SWT, semoga dengan meneladani apa yang diperbuat/ dilakukan oleh Rasulullah Nabi Muhammad SAW, kita mendapatkan ampunan dosa-dosa yang selama ini diperbuat dan seluruh anggota keluarga kita, serta bisa dipertemukan dengan Rasulullah di Syurga Akhirat kelak.

Nikmat yang paling Agung / Besar yang Allah SWT anugerahkan kepada kita ummat manusia adalah dengan dilahirkannya Nabi Besar Muhammad SAW ke dunia ini. Kita bisa mengenal Allah SWT, mengamalkan tata cara ibadah, serta mengenal satu sama lain, berkat Rasulullah Nabi Besar Muhammad SAW. Semoga kita bisa selalu istiqomah meneladani Rasulullah Nabi Besar Muhammad SAW,  Aamiin ya Rabbal’alamin…

 

 

 

Telusur dokumen Survei Verifikasi Akreditasi

Pokja APK

Pada hari Sabtu, 11 November 2017 bertempat di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dilaksanakan kegiatan telusur dokumen dalam rangka Survei Verifikasi Akreditasi. Surveyor dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit yang datang adalah dr. Dian Andriani Ratna Dewi, SpKK. Kegiatan telusur dokumen ini dimulai dari pukul 09.00 – 13.15 WIB non-stop.

Pemeriksaan dokumen dilakukan terhadap 15 pokja dan beliau didampingi oleh Bapak Solestyanto, S.Kep.

Pokja KPS
Pokja SKP
Pokja HPK
Pokja MFK
Pokja AP
Pokja PP
Pokja PMKP
Pokja MPO
Pokja MDGs
Pokja PPI
Pokja PPK
Pokja TKP
Pokja MKI
Pokja PAB

Monitoring dan Evaluasi hasil Pencapaian Indikator Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) RSUD dr H, Soemarno Sosroatmodjo

Pelayanan yang berkualitas merupakan cerminan dari sebuah proses yang berkesinambungan dengan berorientasi pada hasil yang memuaskan. Dalam perkembangan yang kritis mutu pelayanan rumah sakit tidak hanya disorot dari aspek klinis medisnya saja namun juga dari aspek keselamatan pasien dan aspek pemberian pelayanannya, karena muara dari pelayanan dari pelayanan rumah sakit adalah pelayanan jasa. Peningkatan mutu dan keselamatan pasien menjadi satu ukuran keberhasilan suatu rumah sakit, capaian indikator-indikator di dalamnya  akan mencerminkan kualitas pelayanan yang berkiprah kepada terjaminnya keselamatan pasien.  Indikator yang aakan dicapai sebagai berikut IAK ( Indikator Area Klinis ) Indikator area klinik 1- 75

 

Inilah orang yang bekerja di pokja PMKP

Berikut adalah hasil laporan PMKP 2017

Laporan Program PMKP

PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) RSUD dr.H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas

PENDAHULUAN

Program Peningkatam Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)Quality Improvement and Patient Safety (QPS) merupakan perumusan strategi komperhensif untuk pengembangan layanan kesehatan yang berkesinambungan sesuai standar, perlindungan, keamanan dan pemenuhan keselamatan pasien. Program ini mengacu pada standar QPS dalam akreditasi Joint Commission International  (JCI) dan standar PMKP dalam akreditasi Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) versi 2012 yang berisi tambahan program Millenium Development Goals (MDGs). Program PMKP ini harus ada di tingkat rumah sakit (RS) dan unit kerja. Untuk Sasaran Keselamatan Pasien mengacu pada  Sasaran Keselamatan Pasien Internasional (International Patient Safety Goals/IPSG) dan Peraturan Menkes RI No. 1691/Menkes/Per/VIII/2011.

Perbaikan mutu dan keselamatan pasien dilaksanakan berdasarkan masukan data dari lapangan yang akan dipergunakan secara efektif dalam praktik klinis dan manajemen. Setiap tahun pemimpin klinis menentukan paling sedikit 5 (lima) bidang prioritas dengan penggunaan guidelines (pedoman), cilinical pathway (alur klinis), dan/atau protokol klinis. RSUD dr. H.Soemarno Sosroatmodjo  memiliki sumberdaya terbatas karena itu harus dipilih prioritas proses klinis dan manajerial yang tepat untuk diukur berdasarkan misi, kebutuhan pasien dan layanan yang ada. Pengukuran yang dipilih harus berdasarkan yang berisiko tinggi bagi pasien, sering kali dilakukan atau rawan masalah. Pimpinan RS bertanggungjawab menetapkan seleksi akhir ukuran penting  yang akan dimasukkan dalam kegiatan yang berkaitan dengan mutu.

Pimpinan RSUD dr. H.Soemarno Sosroatmodjo bertanggung jawab menjamin komitmen pendekatan kearah peningkatan mutu dan keselamatan pasien melalui rencana PMKP yang tertuang dalam bentuk  Kebijakan, Pedoman PMKP , Program PMKP sesuai visi  dan misi RSUD dr. H.Soemarno Sosroatmodjo,  agar PMKP ini dapat terwujud menjadi budaya organisasi rumah sakit. Persetujuan pimpinan diperlukan dalam penyusunan rencana PMKP/QPSsecara regular serta pimpinan RS wajib menerima laporan tentang pelaksanaan programnya untuk diteruskan ke governance body/pemilik RS/Dewan Pengawas dan dikomunikasikan kepada seluruh staf RS.

LATAR BELAKANG

Program PMKP/QPSRSUD dr. H.Soemarno Sosroatmodjo tanggal pebruari 2016 ini disusun berdasarkan hasil temuan dan evaluasi  kegiatan Mock Survey Akreditasi RSUD dr. H.Soemarno Sosroatmodjo pada bulan pebruariyang lalu,serta bimbingan dan pelatihan yang pernah diterima dari Kementerian Kesehatan RI beserta KARS maupun nara sumber terkait. Program PMKP ini  disusun untuk periode kerja 1 Januari sampai 31 Desember 2016.

Pemilihan indikator terkait PMKP dilakukan melalui proses rapat pimpinan beserta unit kerja dan untuk monitoring dan implementasinya di di lapangan melibatkan para Kepala Unit selaku penanggung jawab PMKP tingkat unit. Tentunya diharapkan PMKP ini dapat mengubah budaya kerja RSUD dr. H.Soemarno Sosroatmodjo menjadi lebih mengutamakan peningkatan mutu yang berkesinambungan dengan selalu fokus pada keselamatan pasien.

  • TUJUAN

1.Umum

Meningkatnya mutu pelayanan rumah sakit melalui perbaikan mutu berkesinambungan dan pemenuhan sasaran keselamatan pasien sehingga menjadi budaya kerja RS.

2.Khusus

  1. Meningkatnya mutu pelayanan klinis.
  2. Meningkatnya mutu pelayanan manajerial.
  3. Meningkatnyaupaya pemenuhan sasaran keselamatan pasien sehingga menjadi budaya kerja RS.

3.PEMBIAYAAN

Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien ini dibiayai oleh anggaran RSUD dr. H.Soemarno Sosroatmodjo tahun anggaran 2016

  1. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
  2. Penyusunan Pedoman Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) dan Panduan-panduan lainnya
  3. Persiapan penyusunan pedoman dan panduan
  4. SK pengesahan
  5. Pencetakan dan distribusi
  6. Sosialisasi
  7. Clinical Pathway- koordinasi dengan Komite Medik
  8. Pemilihan 5 area prioritas (SK Direktur Utama)
  9. Penyusunan Panduan Praktik Klinis, Clinical Pathway dan atau protokol klinis
  10. Monitoring dan evaluasi audit clinical pathway
No Area Klinis Prioritas Clincal Pathwaydan

Alasan pemilihan

1 SMF Ilmu Kesehatan Anak Diare pada anak

Alasan :High Volume

 

2 SMF Neurologi Stroke

Alasan : high volume

 

3 SMF Ilmu Penyakit Dalam Hipertensi dan Ginjal

Alasan : High Cost dan high volume

 

4 SMF Bedah BPH, Hernia, Apendik

Alasan : High volume

 

5 SMF Obstetri dan Ginekologi Post partum Spontan

PEB, Sectio caessaria , Eklampsia

Alasan : High volume

 

Pelaksana audit medis Clinical Pathway adalah Komite Medik yaitu Sub Komite Mutu Profesi bekerja sama dengan Bidang Medik serta Komite Mutu dan Keselamatan Pasien.

  1. Indikator Mutu
  2. Pemilihan Indikator Mutu :
  3. Klinis
  4. Manajemen
  5. Sasaran keselamatan pasien
  6. Indikator/sasaran mutu/ Standar Pelayanan Minimal (SPM) unit kerja
  7. Penyusunan Profil / kamus indikator
  8. Penyusunan panduan pencatatan, pelaporan, analisa, validasi data dan desiminasi/publikasi data
  9. Diklat Person in Charge (PIC) pengumpul data
  10. Pencatatan (sensus harian), pelaporan, validasi dan analisis data.

Daftar indikator berdasarkan SK Direktur RSUD dr. H.Soemarno Sosroatmodjo tahun 2016

Tabel. 1 Indikator Area Klinis (IAK)

Kode Indikator Area Indikator Nama Indikator dan

Alasan Pemilihan

IAK 1 Asesmen Pasien Angka kelengkapan diagnosisawalmedisrawatinap
IAK 2 Pelayanan Laboratorium Waktu Tunggu HasilLaboratorium, Tidakada kesalahaninputdatadan hasil laboratorium,Pelaksanaanhasil ekpertisi hasilLaboratorium
IAK 3 Pelayanan Radiologi Waktu tunggu hasil pelayanan Thorax foto

Angka pengulangan pemeriksaan Radiologi

Pelaksanaan hasil ekpertisi hasil Rongent

IAK 4 Prosedur Bedah

 

Surgical Ceklist
IAK 5 Penggunaan Antibiotik dan Pengobatan Lainnya Angka penulisanresep dengan poli farmasi.

Pasien dengan IschemikStroke diberikan therapy antitrombotikpada saatpulang

 

IAK 6 Kesalahan Medikasi dan KNC Kesalahan penyerahan obatdari farmasikerawat inap dan rawat jalan
IAK 7 Penggunaan Anestesi dan Sedasi Kepatuhan Pemantauan Anestesi dan sedasi
IAK 8 Penggunaan Darah dan Produk-produk Darah Reaksi Transfusi Darah
IAK 9 Ketersediaan, Isi dan Penggunaan Catatan Tentang Pasien Waktu penyediaan dokumen rekam medik yang lengkap
IAK 10 Pencegahan dan Pengendalian, Pengawasan, serta Pelaporan Infeksi Angka infeksi Phlebitis
IAK 11 Penelitian Klinis Belum ada penelitian

 

Tabel 2. Indikator klinis berdasarkan pilihan dari JCI Library (untuk akreditasi pertama data tidak diukur, hanya membuat kamus indikatornya saja), yaitu :

No Area Indikator

(JCI library)

Nama Indikator
1. IAK 1
2. Konseling untuk berhenti merokok pd pasien dewasa pasca perawatan IMA
3.

 

Jumlah pasIen jatuh dengan atau tanpa cedera
4. Terapi anti koagulasi untuk atrial
5. fibrilasi/flutter pada pasien strok iskhemik

 

Tabel 3. Indikator Area Manajerial (IAM)

Kode Indikator Area Indikator Nama Indikator
IAM 1 Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat penting untuk memenuhi kebutuhan pasien Ketidaktersediaan Obat Sesuai Formularium RSUD dr. H.Soemarno Sosroatmodjo
IAM 2 Pelaporan aktivitas yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan Ketepatan waktu laporan dari Direktorat ke Bagian Perencanaan dan Evaluasi

 

IAM 3 Manajemen risiko

 

Kalibrasi Alat Medis

Pencegahan dan pengendaian infeksi karena kecelakaan kerja tertusuk benda tajam (jarum suntik, pisau bedah, dll)

IAM 4 Manajemen penggunaan sumber daya
IAM 5 Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga Nilai Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat
IAM 6 Harapan dan kepuasan staf KepuasanPegawai (menggunakan dimensi SERVQUAL /Service Quality)
IAM 7 Demografi pasien dan diagnosis klinis Trend 10 besar diagnosis dan data rawat inap
IAM 8 Manajemen keuangan Cost recovery
IAM 9 Pencegahan dan pengendalian dari kejadian yang dapat menimbulkan masalah bagi keselamatan pasien, keluarga pasien dan staf Cakupan tensimeter yang telah di kalibrasi internal

 

Tabel 4. Indikator Sasaran Keselamatan Pasien ISKP)

Kode Indikator Area Indikator Nama Indikator
ISKP 1 Identifikasi pasien secara benar Kepatuhan pencantuman 2 identitas (nama dan tanggal lahir) pada gelang pasien hemodialisa rawat jalan
ISKP 2 Meningkatkan komunikasi efektif Kepatuhan petugas medis dalam melaporkan nilai kritis ke DPJP dengan teknik TBaK
ISKP 3 Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai Kepatuhan pelabelan dan penyimpanan obat KCl injeksi dan NaCl 3% di ruangan
ISKP 4 Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi Kepatuhan membuat marking atau tanda pada sisi lokasi operasi berupa garis lurus dengan spidol hitam permanen oleh dokter pembedah
ISKP 5 Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan Kepatuhan perawat dalam melakukan kebersihan tangan dengan metode enam langkah standar WHO dan five moment
ISKP 6 Pengurangan risiko jatuh Kepatuhan perawat dalam mengkaji risiko tinggi jatuh dalam 24 jam setelah pasien masuk rawat inap

 

Tabel 5. Indikator Tren/variasi yang tidak diinginkan sesuai standar PMKP/ QPS 7

No Area Indikator Nama Indikator
1 Semua reaksi transfusi yang sudah dikonfirmasi, jika sesuai untuk rumah sakit Analisis  Reaksi Tranfusi
2 Semua kejadian serius akibat efek samping obat, jika sesuai dan sebagaimana yang didifinisikan oleh rumah sakit, dianalisis Insiden serius akibat efek samping obat
3 Semua kesalahan obat  yang signifikan, jika sesuai dan sebagaimana yang didifinisikan oleh rumah sakit, dianalisis Kesalahan Dispensing Obat oleh Depo Farmasi Askes Rawat Jalan
4 Semua perbedaan besar antara diagnosis praoperasi dan pascaoperasi dianalisis Ketidak sesuaian Diagnosis Pre dan Post operasi di SMF Bedah
5 Efek samping atau pola efek samping selama sedasi moderat atau mendalam dan pemakaian anestesi Kejadian desaturasi pada pasien dewasa dengan tindakan sedasi sedang dalam
6 Kejadian-kejadian lain, seperti wabah penyakit menular Kejadian infeksi jamur di ruang intensif dewasa

Keselamatan Pasien

  1. Penyusunan sistem pencatatan dan pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP)
  2. Pencatatan dan pelaporan sentinel, Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) dan Kejadian Nyaris Cedera (KNC)
  3. Analisa Risk Grading dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA)
  4. Penyusunan panduan/kerangka kerja risk manajemen
  5. Pembuatan FMEA

Penilaian Kinerja (RS, Unit Kerja, Para Pimpinan RS, Tenaga Profesi, Staf)

  1. Penyusunan panduan penilaian kinerja

Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program penilaian kinerja di RS , meliputi :

1. Program penilaian kinerja RS

2.Program penilaian kinerja Direktur RS

3.Program penilaian kinerja unit kerja

4.Program penilaian kinerja para pimpinan RS

5.Program penilaian kinerja praktik professional staf medis

6.Program penilaian kinerja perawat dan tenaga professional lainnya

7.Program penilaian kinerja staf

Evaluasi kontrak dan perjanjian lainnya

1.Mengikuti kegiatan penyusunan panduan kontrak dan perjanjian lainnya

2.Monitoring dan evaluasi kontrak dan perjanjian lainnya.

Diklat Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (internal dan eksternal)

1.Direktur

2.Para pimpinan RS

3.Komite Mutu dan Keselamatan Pasien

4.Person in Charge (PIC) / Penanggung jawab pengumpul data di unit kerja

Program MDGs

Melakukan monitoring terhadap :

  1. Penurunan Angka Kematian Bayi dan Peningkatan Kesehatan Ibu
  2. Penurunan Angka Kesakitan HIV/AIDS
  3. Penurunan Angka Kesakitan TB
  4. PENCATATAN DAN PELAPORAN
  5. Melakukan pencatatan harian data indikator mutu
  6. Melakukan pencatatan insiden
  7. Melakukan rekapitulasi bulanan
  8. Analisis
  9. Membuat rencana tindak lanjut
  10. Monitoring dan evaluasi kegiatan secara berkala

Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh dr. Hananie Taufik dan Fipiratniashiati, S.ST, serta Tim PKRS dengan materi tentang “Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) Antisipasi Kebakaran dan Keamanan Penggunaan Peralatan Medis bagi Pasien dan Keluarga”

Pada hari Selasa, 8 Nopember 2017 Pukul 09.00 WIB, bertempat di Ruang Tunggu Poliklinik Rawat Jalan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh dr. Hananie Taufik dan Fipiratniashiati, S.ST, beserta Tim PKRS dengan Materi Penyuluhan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) dan Keamanan Penggunaan Peralatan Medis bagi Pasien dan Keluarga.

 

 

 

 

dr. Hananie Taufik dan Ibu Fipiratniashiati menjelaskan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) adalah alat yang ringan serta mudah dipakai oleh satu orang guna memadamkan api / kebakaran pada mula terjadinya kebakaran (Permenakertrans RI No 4/MEN/1980 tentang syarat syarat pemasangan dan pemeliharaan APAR). Keterbatasan APAR yaitu kapasitasnya terbatas, jarak semprotnya terbatas, daya semprotnya (durasi) terbatas.

 

 

 

 

 

 

Hal – hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan APAR

  • Perhatikan arah angin (usahakan badan/muka menghadap searah dengan arah angin. Supaya media pemadam benar- benar efektif menuju ke pusat api dan jilatan api tidak mengenai petugas pemadam.
  • Perhatikan sumber kebakaran. Gunakan jenis APAR sesuai dengan klasifikasi sumber kebakaran

dr. Hananie juga menyampaikan untuk keamanan penggunaan peralatan medis bagi pasien dan keluarga seperti jarum suntik insulin, kateter,  infus, dll yang dibawa ke rumah, hendaknya semua sampah bekas peralatan medis tersebut dipisahkan dari sampah yang lain, karena selain dapat menularkan penyakit juga berbahaya bagi orang lain dengan resiko tertusuk jarum atau pecahan botol alat medis. Sampah medis infeksius tersebut harus ditempatkan di botol / tempat plastik yang keras dan tidak bocor apabila tertusuk jarum atau pecahan kaca. Setelah itu sampah medis bisa dititipkan di puskesmas terdekat yang mempunyai kerjasama dengan rumah sakit guna kemudian dimusnahkan di pengelolaan limbah rumah sakit.

(Update) Daftar Sumber Daya Tenaga Medis (Dokter Umum, Gigi, dan Dokter Spesialis) serta Sarana / Prasarana Fasilitas Pelayanan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas

 

SUMBER DAYA RSUD Dr.H.SOEMARNO SOSROATMODJO KUALA KAPUAS

 Sumber Daya Manusia (Medis)

  • Dokter Spesialis Bedah Umum
  • Rintho Alexander Tangkudung, SpB
  • Ade Christian Rompas, SpB
  • Dokter Spesialis Anak
  • Suci Harini SpA. MSc
  • Sheila Febrina,MSc,SpA
  • Dokter Spesialis Dalam
  • Gusti Hariadi Maulana SpPD, MSc
  • Cornelia Wahyu Danawati, PhD, SpPD, KEMD
  • Esti Tantri Anandani, SpPD
  • Dokter Spesialis Kandungan
  • Nigelia Renaldi Ahfriani, MKes, SpOG
  • Daniel Liando SpOG
  • Rudi Helmansyah (Residen Obsgyn)
  • Dokter Spesialis Jiwa
  • Safira Amira Tjandrasari, SpKJ
  • Dokter Spesialis Syaraf
  • Muhammad Ichsan Safwannoor, SpS
  • Dokter Spesialis Patologi Klinik
  • Arlan Prabowo, SpPK, MSc
  • Dokter Spesialis Anastesi
  • Khutbah Juliansyah, SpAn
  • Dokter Spesialis THT
  • Hesty Setiyarini, SpTHT-KL
  • Dokter Spesialis Kulit Kelamin
  • Mira Rahmanita Rachman, SpKK
  • Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
  • Henike Kresnowati, Sp.KFR
  • Dokter Spesialis Mata
  • Roy Hosijanto, SpM
  • Dokter Spesialis Radiologi
  • Risda Fitriyani, Sp.Rad
  • Dokter Gigi
  • Luluk Nurhayati
  • Krisma Novelianty
  • Dokter Umum
  • I Ketut Darmi
  • Dewi Fatmi Januarini
  • Puspa Rahayu Dewanty
  • Mahmudah
  • Delianae
  • Hananie Taufik
  • Fitri Ningrum Intani
  • Diana Yuniarti
  • Marlensius A. Wijaya
  • Erny Indrawati
  • Erie Yustina
  • Muhammad Agi Ramadhani Gustisiya
  • Cindy Christine
  • Sustika Novianita Assan
  • Ryan Feizal
  • M. Bimo Harmaji, MM
  • Asna Nasiqah

SUMBER DAYA SARANA/PRASARANA (LAYANAN)

  • Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (24 jam)
  • Pelayanan Rawat Inap kelas Vip,kelas 1,2,3 (jumlah TT 139)
  • Pelayanan Rawat Jalan Poliklinik ( 10 Spesialisasi)
  • Pelayanan Operasi Kamar
  • Pelayanan Intensive Care Unit
  • Pelayanan Penunjang Medis (Laboratorium,Radiologi,CSSD,IPSRS,Laundry)
  • Pelayanan Unit Transfusi Darah
  • Pelayanan Haemodialisa
  • Pelayanan Rehab Medik/Fisioterapi
  • Pelayanan Pemulasaran Jenazah
  • Pelayanan Instalasi Gizi
  • Pelayanan Instalasi Farmasi/Apotik (24 jam)

 

 

 

Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh dr. Diana Yuniarti dan Bpk. Syarwani, S.Kep, Ns dan Tim PKRS dengan materi tentang “Manajemen Nyeri”

Pada hari Jum’at, 3 Nopember 2017 Pukul 09.00 WIB, bertempat di Ruang Tunggu Poliklinik Rawat Jalan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh dr. Diana Yuniarti dan Syarwani, S.Kep, Ns, beserta Tim PKRS dengan Materi Penyuluhan tentang Manajemen Nyeri.

dr. Diana menjelaskan nyeri adalah sensasi yang bersifat pribadi, merupakan tanda/peringatan adanya kerusakan jaringan dan merupakan pola respon untuk melindungi organisme dari hal-hal yang membahayakan. Nyeri dibedakan menjadi nyeri ringan, nyeri sedang, nyeri berat dan nyeri sangat berat (dimana pasien sudah tidak mampu lagi  berkomunikasi, memukul).

Penyebab  Nyeri Yaitu: Trauma
a). Mekanik

Rasa nyeri timbul akibat ujung-ujung saraf bebas mengalami kerusakan, misalnya akibat  benturan, gesekan, luka dan lain-lain.

b). Thermis
Nyeri timbul karena ujung saraf reseptor mendapat rangsangan   akibat panas, dingin,  misal  karena api dan air.

c). Khemis (Chemical)
Timbul karena kontak dengan zat kimia yang bersifat asam atau basa kuat.

Menurut durasinya nyeri dibedakan menjadi:

  1. Nyeri akut sebagai kumpulan pengalaman yang tidak menyenangkan        yang berkaitan dengan sensori, persepsi dan emosi serta berkaitan dengan respon autonomik, psikologik, emosional dan perilaku.
  2. Nyeri kronik  adalah situasi atau keadaan pengalaman nyeri yang  menetap atau kontinyu selama beberapa bulan atau tahunan setelah fase penyembuhan dari suatu penyakit.

Faktor yang Mempengaruhi Nyeri Yaitu:

a). Lingkungan

Nyeri dapat diperberat dengan adanya rangsangan dari lingkungan yang berlebihan  misalnya kebisingan,cahaya yang sangat terang.

b). Umur

Toleransi terhadap nyeri meningkat sesuai dg pertambahan usia. Semakin bertambah usia seseorang, maka semakin bertambah pula pemahaman terhadap nyeri dan usaha mengatasinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Beberapa tindakan khusus untuk menghilangkan nyeri secara non farmakologik yaitu:

  1. Distraksi adalah metode utk menghilangkan nyeri dg cara mengalihkan perhatian klien pada hal-hal lain sehingga klien lupa terhadap nyeri yang dirasakannya. Beberapa teknik distraksi, antara lain : a. Nafas lambat, berirama b. Massage and Slow, Rhythmic Breathing c. Baca koran,majalah d. Memeluk orang yang dicintai
  2. Relaksasi merupakan metode yang efektif terutama pada klien yang mengalami   nyeri   kronis,dan untuk mengurangi ketegangan otot  dan menurunkan kecemasan.Teknik relaksasi antara lain:
    1. Klien menarik nafas dalam
    2. Perlahan2 udara dihembuskan .
    3. Klien bernafas beberapa kali dg irama normal.
    4. Setelah klien merasa rileks, klien hendaknya dianjurkan bernafas secara pelan2.
  3. Stimulasi Kulit (Cutaneus) Beberapa teknik untuk stimulasi kulit antara lain :a. Kompres dingin

    b. Analgesics ointments seperti pengolesan krim / gel penghilang nyeri

    c. Counteriritan, seperti plester .

    d. Contralateral Stimulation, yaitu massage / pijat kulit pada area yang  berlawanan dengan  area yang nyeri.

Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Bpk. Drs. Edel Sitorus, Apt, M.Si (Instalasi Farmasi) dan Tim PKRS dengan materi tentang “Interaksi Obat”

Pada hari Rabu, 1 Nopember 2017 Pukul 09.00 WIB, bertempat di Ruang Tunggu Instalasi Farmasi RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Bapak Drs. Edel Sitorus, Apt, M.Si ( Apoteker RS) dan Tim PKRS dengan Materi Penyuluhan tentang Interaksi Obat.

 

 

 

 

 

Bapak Edel menjelaskan interaksi obat adalah hubungan / ikatan obat dengan senyawa lain (obat lain, makanan, atau minuman).

Apa yang terjadi dari interaksi obat?

  • Efek obat dapat berubah
  • Efek dapat dikehendaki atau  tidak, contohnya obat disulfam + alkohol pasien menjadi pusing, mual dan mau muntah atau penisilin dengan probenesid, dimana probenesid menghambat sekresi penisilin sehingga kadar penisilin dalam darah meningkat

Bagaimana proses terjadinya?

  1. Interaksi Farmasetika (terjadi diluar tubuh)
  2. Interkasi Farmakokinetika (saat absorbsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi)
  3. Interaksi Farmakodinamika (saat berkaitan dengan reseptor)

 

 

 


 

 

 

 

 

Kapan anda minum obat?

  • Sebelum makan (dilakukan pada saat lambung kosong / 1-2 jam sebelum makan)
  • Sesudah makan (dilakukan pada saat lambung terisi / tidak lebih dari 2 jam setelah makan)

Minum obat dengan susu bolehkah?

tidak semua obat dilarang, contoh tetrasiklin tidak baik dengan susu, tetapi pirantel boleh saja diminum bersamaan dengan susu.

Minum obat dengan teh, bolehkah?

Sebaiknya harus dihindari, karena dapat menyebabkan interaksi obat. Hendaknya diberikan jeda waktu sekitar 1 jam apabila sudah terlanjur minum teh.

Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit bersama PERSADIA oleh Bpk. Arkani, S.ST. Fisio (Instalasi Rehabilitasi Medik/Fisioterapi) dan Tim PKRS dengan materi tentang “Penyuluhan Senam Kaki”

Pada hari Jum’at, 27 Oktober 2017 Pukul 05.30 WIB, bertempat di halaman depan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Bapak Arkani, S.ST.Fisio (Fisioterapis RS) dan Tim PKRS dengan Materi Penyuluhan Senam Kaki bersama PERSADIA.

 

 

 

 

Bapak Arkani menjelaskan pengertian senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki.

Di Indonesia jumlah penderita DM 2,5 juta pada tahun 1994 dan akan meningkat menjadi 5 juta pada tahun 2010 (Tjokroprawiro, 2006)

Hasil penelitian epidemiologis di Indonesia juga menunjukan peningkatan prevalensi DM dari 1,5% pada tahun 1991 menjadi 5,7% pada tahun 2001. Dengan melihat pola pertumbuhan penduduk saat ini, diprediksi pada tahun 2020 dengan asumsi prevalensi 2% saja akan didapatkan 9 juta orang penyandang DM (Sugondo, 2007).

Penyebab ulkus/luka pada kaki diabetik, antara lain

  • Angiopati : sumbatan pada pembuluh darah
  • Neuropati : menurun / hilang rasa pada kaki
  • Infeksi : masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh dan menimbulkan reaksi peradangan

 

 

 

 

 

 

 

Tanda- tanda awal kaki diabetik (sumbatan pada pembuluh darah pada tungkai) antara lain :

  • Pain (nyeri)
  • Paleness (kepucatan)
  • Paresthesia (kesemutan)
  • Pulselessness (denyut nadi melemah / hilang)
  • Paralysis (lumpuh)

 

 

 

Tujuan senam kaki, antara lain:

  • memperbaiki sirkulasi darah
  • memperkuat otot-otot kecil
  • mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
  • meningkatkan kekuatan otot betis dan paha
  • mengatasi keterbatasan gerak sendi

Manfaat senam kaki yaitu supaya penderita diabetes mellitus tidak terjadi luka dan infeksi atau bahkan terjadi gangren yang dapat berakhir dengan tindakan amputasi.

Selesai penyuluhan senam kaki, senam DM bersama PERSADIA, dilanjutkan dengan senam aerobik. #Salam_Sehat #Ayo_Gerak

 

 

Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Fitriyana, AMG, Wiwik Suharti, M.Kes dan Tim PKRS dengan Materi “Diet Asam Urat”.

Pada hari Rabu, 25 Oktober 2017 bertempat di ruang tunggu Poliklinik Rawat Jalan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Fitriyana, AMG, Wiwik Suharti, M.Kes dan Tim PKRS dengan Materi Diet Asam Urat.

 

 

 

 

 

 

 

 

Ibu Fitriyana, AMG menjelaskan Asam Urat adalah senyawa sukar larut dalam air yang merupakan hasil akhir metabolisme purin. Secara alamiah purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan) atau hewan (daging, jeroan, ikan sarden), juga dalam minuman beralkohol dan makanan kaleng.

Gejala asam urat antara lain persendian terasa nyeri terutama pada malam dan pagi hari, seperti di tumit, pergelangan tangan, jari kaki, tangan, siku, dan lutut. Gejala asam urat biasanya persendian bengkak, terasa panas, memerah dan nyeri sekali.

 

 

 

 

 

 

 

Ibu Wiwik Suharti, M.Kes menambahkan untuk mengatasi asam urat dapat dilakukan dengan diet membatasi makanan karbohidrat sederhana seperti gula aren, gula pasir, madu, sirup, dodol, dan selai. Tetapi penuhi kebutuhan karbohidrat dari nasi, kentang, roti dan ubi.

Batasi konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi, seperti hati, ginjal, limpa, babat, usus, otak, paru, jantung, ekstrak daging, ikan sarden, angsa kerang, udang kecil, tapi konsumsilah makanan seperti susu, telur, tahu, tempe kedelai, dan kacang hijau.

Cukupi kebutuhan cairan (banyak minum air putih), hindari alkohol, dindari durian, alpukat, nanas, air kelapa, dan melinjo. Batasi sayur bayam, buncis, kembang kol, brokoli, dan jamur.

Tips Pencegahan :

  1. Minum air minimal 8 gelas sehari efektif untuk menghilangkan asam urat
  2. Mengurangi kebiasaan buruk merokok
  3. Menghindari konsumsi yang mengandung purin tinggi
  4. Berolahraga rutin minimal 2-3 kali seminggu
  5. Jangan bekerja terlalu keras
  6. Konsumsi sayur dan buah seperti jeruk, jambu biji, wortel, dan brokoli