Laporan Hasil Survey Kepuasan Pelanggan RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas Tahun 2017

Laporan Hasil Survey Kepuasan Pelanggan 

RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas Tahun 2017

Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan demi tercapainya harapan dan tuntutan publik. Upaya tersebut dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Untuk itu diperlukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pelayanan yang telah dilakukan. Salah satu cara untuk memperoleh hasil evaluasi adalah dengan meminta penilaian publik terhadap kualitas pelayanan melalui survei kepuasan pelanggan / masyarakat. Hal ini sesuai dengan sasaran penyelenggaraan pelayanan publik yang mendorong partisipasi masyarakat sebagai pengguna layanan dalam menilai kinerja penyelenggara pelayanan.

Berdasarkan Undang–Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, serta Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16 tahun 2014 tentang tentang Pedoman Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik, maka Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, selaku penyelenggara publik, wajib melakukan Survei Kepuasan Pelanggan secara berkala minimal 1 (satu) kali setahun.

MeIalui hasil survei ini, diharapkan Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dapat mengetahui pada indikator apa saja yang perlu adanya perbaikan demi peningkatan akuntabilitas serta kepercayaan masyarakat di masa yang akan datang.

II. TUJUAN

Mengetahui gambaran Kepuasan Pelanggan, yang diperoleh dari hasil pengukuran atas pendapat masyarakat, terhadap mutu dan kualitas pelayanan kesehatan yang telah diberikan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas Kalimantan Tengah pada tahun 2017

III. RUANG LINGKUP

Ruang Lingkup Survei Kepuasan Pelanggan / Masyarakat , meliputi:

1. Staf Rumah Sakit, adalah Kompetensi Sumber Daya Manunia baik Tenaga Kesehatan maupun Tenaga Non Kesehatan pemberi pelayanan,

2. Komunikasi Pelaksana, adalah penjelasan tata cara pelayanan yang diberlakukan bagi pemberi dan penerima pelayanan, termasuk persyaratan teknis maupun administratif;

3. Kunjungan Dokter ke Pasien, adalah Kualitas Pelayanan yang diberikan oleh Tenaga Medis ahli pemberi pelayanan kepada pelanggan;

4. Fasilitas Rumah Sakit, adalah Sarana dan Prasarana pelayanan yang diberikan dan diterima sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Produk pelayanan ini merupakan hasil dari setiap spesifikasi jenis pelayanan;

5. Kepuasan Pelayanan, merupakan penilaian singkat terkait pelayanan yang diberikan rumah sakit untuk pelanggan terkait kualitas secara umum.

IV. METODE / CARA PENGUKURAN

1. Metode pengukuran : survei kepuasan pelanggan / masyarakat dilakukan dengan teknik pemberian kuesioner, baik dengan pengisian sendiri maupun kuisioner dengan wawancara tatap muka.

2. Alat Ukur : kuesioner tentang unsur-unsur pelayanan dengan bentuk jawaban yang mencerminkan tingkat kualitas dari setiap unsur pelayanan.

Angka 1 mewakili : Sangat Tidak Memuaskan
Angka 2 mewakili : Tidak Memuaskan
Angka 3 mewakili : Cukup
Angka 4 mewakili : Memuaskan
Angka 5 mewakili : Sangat Memuaskan

3. Responden : Responden dipilih secara acak dari pengguna/pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, dimana jumlahnya ditetapkan sebanyak 100 responden.

4. Lokasi survei : Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dengan pembagian wilayah menurut kebutuhan yaitu Rawat Jalan dan Rawat Inap.

5. Waktu pengukuran : dilakukan selama lebih kurang 1 (satu) bulan mulai tanggal 8 November sampai dengan 8 Desember 2017.

6. Metode pengolahan data

a. Kuesioner yang telah diisi dilakukan pembersihan data dan diberi koding

b. Data entry ke software Microsoft Excel 2013 berdasarkan koding yang telah dibuat.
c. Diukur menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) yang menggambarkan tingkat kepuasan konsumen terhadap suatu produk (Siagian D, 2002). Adapun tahap – tahap dalam mengukur CSI adalah :
• Menghitung Weighted Factor yaitu mengubah nilai rata-rata tingkat kepentingan menjadi angka persen, sehingga didapatkan total Weighting Factor 100%.
• Menghitung Weighting Score, yaitu nilai perkalian Antara nilai rata-rata tingkat kinerja dengan Weighting Factor.
• Menghitung Weighted Total, yaitu menjumlahkan Weighted Score dari semua atribut.
• Menghitung Customer Satisfaction Index, yaitu
Weighted Total dibagi skala maksimal yang digunakan (dalam penelitian ini skala maksimum adalah 5) kemudian dikali 100%

Setelah dilakukan Perhitungan sehingga diperoleh nilai IKP (Indeks Kepuasan Pelanggan)

IKP (Indeks Kepuasan Pelanggan) = 64,76% (Cukup Puas)

NILAI INTERVAL IKP:
0 – 34  Tidak Puas
35 – 50 Kurang Puas
51 – 65 Cukup Puas
66 – 80 Puas
81 – 100 Sangat Puas

7. Pengujian Kualitas Data : Data pendapat masyarakat yang telah dimasukkan dalam masing-masing kuesioner, disusun dengan mengkompilasikan data responden yang dihimpun berdasarkan kelompok umur, dan jenis kelamin. Informasi ini dapat digunakan untuk mengetahui profil responden dan kecenderungan jawaban yang diberikan, sebagai bahan analisis obyektivitas.

V. HASIL PENGUKURAN

Sebelum mengetahui hasil penilaian responden terhadap 5 unsur pelayanan yang telah ditentukan tersebut diatas, perlu diketahui terlebih dahulu bagaimana karakteristik responden itu sendiri, yang bisa dilihat dari 3 faktor, yaitu umur, jenis kelamin, dan pekerjaan. Hal ini berkaitan erat dengan cara mereka membuat keputusan dalam melakukan penilaian terhadap pelayanan yang mereka terima. Berikut kami sajikan tabel dan chart data (dalam satuan persentase) mengenai karakteristik responden pengunjung RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas Tahun 2017

Berdasarkan data di atas, beberapa hal yang dapat dikemukakan adalah :

1. Umur responden terbanyak adalah umur 31 – 40 tahun (34%), 41 – 50 tahun dan 51 – 60 tahun (21%), 18 – 30 tahun (15%), >60 tahun (8%), dan <18 tahun (1%). Hal tersebut menggambarkan bahwa usia produktif lebih banyak menggunakan rumah sakit sebagai tempat berobat.

2. Jenis kelamin responden terbanyak adalah laki-laki (51%), menggambarkan bahwa laki-laki masih mendominasi perempuan dalam hal pemanfaatan layanan kesehatan rumah sakit.

3. Pekerjaan responden terbanyak adalah PNS/TNI/POLRI (35%), hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat yang menggunakan layanan RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas didominasi oleh peserta JKN / BPJS.

Selanjutnya akan kita lihat hasil penilaian responden terhadap 5 unsur pelayanan yang digabung dalam dua lokasi survei, yaitu instalasi rawat jalan dan ruang rawat inap dengan perbandingan 70:30 karena pasien rawat jalan lebih banyak daripada pasien rawat inap. Penggabungan total 2 lokasi ini dimaksudkan agar memudahkan pihak rumah sakit untuk fokus dalam penghitungan survey kepuasan pelanggan RS.

Kemudian didapatkan data sebagai berikut:

1. Dapat diketahui bahwa Fasilitas Rumah Sakit di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas mendapatkan nilai terendah (63,24), sedangkan kompetensi Staf Rumah Sakit mendapatkan nilai tertinggi (68,27) walaupun hanya dalam kisaran nilai baik.

2. Dapat diketahui bahwa Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan dari kuesioner yang dikumpulkan berisi saran dan masukan seperti tentang peningkatan fasilitas rumah sakit, contohnya perbanyak kursi tunggu pelanggan di loket pendaftaran dan ruang tunggu pengambilan obat di apotek rumah sakit, dan kinerja pelayanan kepada pasien. Untuk rangkuman saran, masukan, dan kritik dapat dilihat dilampiran kuesioner.

Hasil penilaian terhadap Indeks Kepuasan Pelanggan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas berdasarkan unsur penilaian dapat disimpulkan bahwa :

1. Fasilitas RS masih perlu mendapatkan perhatian karena memperoleh skor terendah (63,24).
2. Staf RS cukup perlu mendapat apresiasi karena mendapat skor tertinggi (68,27).

Berdasarkan hasil data, informasi penting yang dapat disampaikan antara lain :

1. Dapat diketahui bahwa Waktu Tunggu Pelayanan Pendaftaran (3,02), Lama Kunjungan / Waktu Bertemu Dokter ke Pasien (3,04), dan Fasilitas Parkir Rumah Sakit yang kurang memadai (3,08) di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas mendapatkan penilaian nilai tiga terendah.

2. Dapat diketahui bahwa Keramahan petugas di loket pendaftaran (3,44), Keramahan Perawat / Petugas Kesehatan (3,41), Kecakapan tenaga kesehatan di bagian ruangan rawat inap, poliklinik (rawat jalan) dan instalasi (3,39) di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas mendapatkan penilaian nilai tiga tertinggi.

Sesuai hasil pengukuran, didapatkan bahwa :
1. Waktu tunggu pelayanan pendaftaran (3,02), Lama kunjungan / waktu bertemu dokter ke pasien (3,04), Fasilitas Rumah Sakit terutama parkir (3,08) masih sangat perlu mendapatkan perhatian dan perbaikan dari pihak RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo karena memperoleh tiga skor terendah dari seluruh unsur penilaian.
2. Keramahan petugas di loket pendaftaran (3,44), Keramahan perawat / petugas kesehatan (3,41), Kecakapan tenaga kesehatan di bagian ruangan rawat inap, poliklinik (rawat jalan) dan instalasi (3,39) di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas mendapatkan penilaian nilai tiga tertinggi sehingga patut mendapatkan apresiasi dan untuk terus ditingkatkan hingga mendapatkan angka maksimal penilaian pelayanan.
3. Seluruh unsur pelayanan telah mendapatkan nilai rata-rata 3. Hal ini berarti pelayanan yang diberikan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo sudah cukup baik bagi para pengunjungnya. Walaupun belum mencapai nilai tertinggi yaitu 5, dimana sangat baik dan sangat memuaskan.

VI. KESIMPULAN

Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas sebagai penyedia layanan kesehatan di Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah wajib untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya. Berikut kesimpulan hasil survey IKP terhadap pelayanan RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas tahun 2017:

1. Pencapaian hasil pengukuran IKP secara kumulatif adalah 64,76. Hal ini berarti secara umum pelaksanaan pelayanan di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas sudah cukup baik namun belum memenuhi harapan, yaitu mencapai nilai 80 berdasarkan nilai harapan (kategori sangat baik). Kelima unsur kelompok berada dalam kategori cukup baik, yaitu :
– Staf RS (68,27);
– Komunikasi Terhadap Pasien / Pelanggan (66,5);
– Kunjungan Dokter ke Pasien / Pelanggan (63,6);
– Fasilitas RS (63,24);
– Kepuasan Pelayanan (65,27);
2. Unsur kelompok pelayanan dengan nilai terendah sehingga perlu mendapat perhatian untuk lebih ditingkatkan lagi adalah;
– Fasilitas Rumah Sakit (63,24) nilai terendah,
3. Unsur Kelompok Penilaian dengan nilai tertinggi yang dimiliki oleh unit pelayanan serta perlu mendapat apresiasi bahkan bisa ditingkatkan lagi adalah;
– Staf Rumah Sakit (68,27) nilai tertinggi.
4. Secara detail dari kelima unsur kelompok penilaian didapatkan unsur dan area pelayanan nilai terendah terdapat pada kriteria penilaian, yaitu
– Waktu tunggu pelayanan pendaftaran (3,02),
– Lama kunjungan / waktu bertemu dokter ke pasien (3,04),
– Fasilitas Rumah Sakit terutama parkir (3,08)
5. Unsur dan area pelayanan dengan nilai tertinggi yang dimiliki oleh unit pelayanan serta perlu mendapat apresiasi bahkan bisa ditingkatkan lagi adalah;
– Keramahan petugas di loket pendaftaran (3,44),
– Keramahan perawat / petugas kesehatan (3,41),
– Kecakapan tenaga kesehatan di bagian ruangan rawat inap, poliklinik (rawat jalan) dan instalasi (3,39)

VII. REKOMENDASI

Berdasarkan hasil survei IKP terhadap pelayanan di RSUD Dr. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas Tahun 2017 tersebut diatas, dapat direkomendasikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Pihak – Pihak yang Terkait supaya dapat memperhatikan ketersediaan Sarana / Prasarana atau Fasilitas Rumah Sakit yang diperlukan oleh masyarakat Kabupaten Kapuas seperti parkir pelanggan dan karyawan yang kurang memadai

2. Pihak Manajemen harus lebih mensosialisasikan tentang pengelolaan pengaduan saran, dan masukan kepada seluruh pasien dan keluarga. Juga perlu didorong inisiatif pasien dan partisipasi keluarga dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo.

3. Pihak Manajemen dapat lebih berkomitmen dalam hal peningkatan kompetensi petugas pelayanan melalui pelatihan-pelatihan teknis. Selain itu, petugas didorong untuk lebih aktif berkomunikasi dengan pasien sehingga terbangun suasana keakraban dan sikap saling percaya.

4. Kedisiplinan Petugas Pelayanan dalam hal menjamin ketepatan waktu dalam proses pelayanan harus terus dipertahankan dan perlu diberi apresiasi. Rumah Sakit juga perlu terus berkomitmen untuk menjamin kemudahan prosedur sehingga waktu pelayanan bisa lebih efektif dan efisien.

5. Survei Kepuasan Pelanggan / Masyarakat agar dilaksanakan secara periodik minimal 1 (satu) kali dalam setahun pelayanan, sesuai Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16 tahun 2014 tentang tentang Pedoman Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik,, agar Rumah Sakit dapat terus memenuhi perubahan harapan pelanggannya. Untuk itu diperlukan komitmen kuat baik dari pihak manajemen, karyawan maupun seluruh pihak terkait dengan pelayanan RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas.

VIII. TINDAK LANJUT

Tindak lanjut yang dicanangkan berdasarkan rekomendasi di atas adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan Pembangunan Fasilitas Rumah Sakit berdasarkan kebutuhan masyarakat Kabupaten Kapuas
2. Diklat kompetensi akan menjadi prioritas pada tahun 2018, diinventarisasi oleh Subbag Kepegawaian dan Bidang Diklat.
3. Membuat alur pengaduan dan penyelesaian keluhan, serta melaksanakan sosialisasi alur dan role playing penanganan keluhan
4. Sosialisasi alur pelayanan di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas
5. Pelaksanaan in house training komunikasi efektif bagi petugas garda depan
6. Aktivasi Supervisor untuk pengawasan pelayanan
7. Pelaksanaan Survey Kepuasan Pelanggan setiap tahun dan membuat laporannya setiap tahun.

Demikian hasil Survei Kepuasan Pelanggan / Masyarakat terhadap pelayanan di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas Tahun 2017 sebagai upaya perbaikan secara terus menerus terhadap mutu pelayanan kesehatan Rumah Sakit bagi masyarakat Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah.

Telusur dokumen Survei Verifikasi Akreditasi

Pokja APK

Pada hari Sabtu, 11 November 2017 bertempat di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dilaksanakan kegiatan telusur dokumen dalam rangka Survei Verifikasi Akreditasi. Surveyor dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit yang datang adalah dr. Dian Andriani Ratna Dewi, SpKK. Kegiatan telusur dokumen ini dimulai dari pukul 09.00 – 13.15 WIB non-stop.

Pemeriksaan dokumen dilakukan terhadap 15 pokja dan beliau didampingi oleh Bapak Solestyanto, S.Kep.

Pokja KPS
Pokja SKP
Pokja HPK
Pokja MFK
Pokja AP
Pokja PP
Pokja PMKP
Pokja MPO
Pokja MDGs
Pokja PPI
Pokja PPK
Pokja TKP
Pokja MKI
Pokja PAB

Monitoring dan Evaluasi hasil Pencapaian Indikator Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) RSUD dr H, Soemarno Sosroatmodjo

Pelayanan yang berkualitas merupakan cerminan dari sebuah proses yang berkesinambungan dengan berorientasi pada hasil yang memuaskan. Dalam perkembangan yang kritis mutu pelayanan rumah sakit tidak hanya disorot dari aspek klinis medisnya saja namun juga dari aspek keselamatan pasien dan aspek pemberian pelayanannya, karena muara dari pelayanan dari pelayanan rumah sakit adalah pelayanan jasa. Peningkatan mutu dan keselamatan pasien menjadi satu ukuran keberhasilan suatu rumah sakit, capaian indikator-indikator di dalamnya  akan mencerminkan kualitas pelayanan yang berkiprah kepada terjaminnya keselamatan pasien.  Indikator yang aakan dicapai sebagai berikut IAK ( Indikator Area Klinis ) Indikator area klinik 1- 75

 

Inilah orang yang bekerja di pokja PMKP

Berikut adalah hasil laporan PMKP 2017

Laporan Program PMKP

PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) RSUD dr.H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas

PENDAHULUAN

Program Peningkatam Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)Quality Improvement and Patient Safety (QPS) merupakan perumusan strategi komperhensif untuk pengembangan layanan kesehatan yang berkesinambungan sesuai standar, perlindungan, keamanan dan pemenuhan keselamatan pasien. Program ini mengacu pada standar QPS dalam akreditasi Joint Commission International  (JCI) dan standar PMKP dalam akreditasi Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) versi 2012 yang berisi tambahan program Millenium Development Goals (MDGs). Program PMKP ini harus ada di tingkat rumah sakit (RS) dan unit kerja. Untuk Sasaran Keselamatan Pasien mengacu pada  Sasaran Keselamatan Pasien Internasional (International Patient Safety Goals/IPSG) dan Peraturan Menkes RI No. 1691/Menkes/Per/VIII/2011.

Perbaikan mutu dan keselamatan pasien dilaksanakan berdasarkan masukan data dari lapangan yang akan dipergunakan secara efektif dalam praktik klinis dan manajemen. Setiap tahun pemimpin klinis menentukan paling sedikit 5 (lima) bidang prioritas dengan penggunaan guidelines (pedoman), cilinical pathway (alur klinis), dan/atau protokol klinis. RSUD dr. H.Soemarno Sosroatmodjo  memiliki sumberdaya terbatas karena itu harus dipilih prioritas proses klinis dan manajerial yang tepat untuk diukur berdasarkan misi, kebutuhan pasien dan layanan yang ada. Pengukuran yang dipilih harus berdasarkan yang berisiko tinggi bagi pasien, sering kali dilakukan atau rawan masalah. Pimpinan RS bertanggungjawab menetapkan seleksi akhir ukuran penting  yang akan dimasukkan dalam kegiatan yang berkaitan dengan mutu.

Pimpinan RSUD dr. H.Soemarno Sosroatmodjo bertanggung jawab menjamin komitmen pendekatan kearah peningkatan mutu dan keselamatan pasien melalui rencana PMKP yang tertuang dalam bentuk  Kebijakan, Pedoman PMKP , Program PMKP sesuai visi  dan misi RSUD dr. H.Soemarno Sosroatmodjo,  agar PMKP ini dapat terwujud menjadi budaya organisasi rumah sakit. Persetujuan pimpinan diperlukan dalam penyusunan rencana PMKP/QPSsecara regular serta pimpinan RS wajib menerima laporan tentang pelaksanaan programnya untuk diteruskan ke governance body/pemilik RS/Dewan Pengawas dan dikomunikasikan kepada seluruh staf RS.

LATAR BELAKANG

Program PMKP/QPSRSUD dr. H.Soemarno Sosroatmodjo tanggal pebruari 2016 ini disusun berdasarkan hasil temuan dan evaluasi  kegiatan Mock Survey Akreditasi RSUD dr. H.Soemarno Sosroatmodjo pada bulan pebruariyang lalu,serta bimbingan dan pelatihan yang pernah diterima dari Kementerian Kesehatan RI beserta KARS maupun nara sumber terkait. Program PMKP ini  disusun untuk periode kerja 1 Januari sampai 31 Desember 2016.

Pemilihan indikator terkait PMKP dilakukan melalui proses rapat pimpinan beserta unit kerja dan untuk monitoring dan implementasinya di di lapangan melibatkan para Kepala Unit selaku penanggung jawab PMKP tingkat unit. Tentunya diharapkan PMKP ini dapat mengubah budaya kerja RSUD dr. H.Soemarno Sosroatmodjo menjadi lebih mengutamakan peningkatan mutu yang berkesinambungan dengan selalu fokus pada keselamatan pasien.

  • TUJUAN

1.Umum

Meningkatnya mutu pelayanan rumah sakit melalui perbaikan mutu berkesinambungan dan pemenuhan sasaran keselamatan pasien sehingga menjadi budaya kerja RS.

2.Khusus

  1. Meningkatnya mutu pelayanan klinis.
  2. Meningkatnya mutu pelayanan manajerial.
  3. Meningkatnyaupaya pemenuhan sasaran keselamatan pasien sehingga menjadi budaya kerja RS.

3.PEMBIAYAAN

Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien ini dibiayai oleh anggaran RSUD dr. H.Soemarno Sosroatmodjo tahun anggaran 2016

  1. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
  2. Penyusunan Pedoman Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) dan Panduan-panduan lainnya
  3. Persiapan penyusunan pedoman dan panduan
  4. SK pengesahan
  5. Pencetakan dan distribusi
  6. Sosialisasi
  7. Clinical Pathway- koordinasi dengan Komite Medik
  8. Pemilihan 5 area prioritas (SK Direktur Utama)
  9. Penyusunan Panduan Praktik Klinis, Clinical Pathway dan atau protokol klinis
  10. Monitoring dan evaluasi audit clinical pathway
No Area Klinis Prioritas Clincal Pathwaydan

Alasan pemilihan

1 SMF Ilmu Kesehatan Anak Diare pada anak

Alasan :High Volume

 

2 SMF Neurologi Stroke

Alasan : high volume

 

3 SMF Ilmu Penyakit Dalam Hipertensi dan Ginjal

Alasan : High Cost dan high volume

 

4 SMF Bedah BPH, Hernia, Apendik

Alasan : High volume

 

5 SMF Obstetri dan Ginekologi Post partum Spontan

PEB, Sectio caessaria , Eklampsia

Alasan : High volume

 

Pelaksana audit medis Clinical Pathway adalah Komite Medik yaitu Sub Komite Mutu Profesi bekerja sama dengan Bidang Medik serta Komite Mutu dan Keselamatan Pasien.

  1. Indikator Mutu
  2. Pemilihan Indikator Mutu :
  3. Klinis
  4. Manajemen
  5. Sasaran keselamatan pasien
  6. Indikator/sasaran mutu/ Standar Pelayanan Minimal (SPM) unit kerja
  7. Penyusunan Profil / kamus indikator
  8. Penyusunan panduan pencatatan, pelaporan, analisa, validasi data dan desiminasi/publikasi data
  9. Diklat Person in Charge (PIC) pengumpul data
  10. Pencatatan (sensus harian), pelaporan, validasi dan analisis data.

Daftar indikator berdasarkan SK Direktur RSUD dr. H.Soemarno Sosroatmodjo tahun 2016

Tabel. 1 Indikator Area Klinis (IAK)

Kode Indikator Area Indikator Nama Indikator dan

Alasan Pemilihan

IAK 1 Asesmen Pasien Angka kelengkapan diagnosisawalmedisrawatinap
IAK 2 Pelayanan Laboratorium Waktu Tunggu HasilLaboratorium, Tidakada kesalahaninputdatadan hasil laboratorium,Pelaksanaanhasil ekpertisi hasilLaboratorium
IAK 3 Pelayanan Radiologi Waktu tunggu hasil pelayanan Thorax foto

Angka pengulangan pemeriksaan Radiologi

Pelaksanaan hasil ekpertisi hasil Rongent

IAK 4 Prosedur Bedah

 

Surgical Ceklist
IAK 5 Penggunaan Antibiotik dan Pengobatan Lainnya Angka penulisanresep dengan poli farmasi.

Pasien dengan IschemikStroke diberikan therapy antitrombotikpada saatpulang

 

IAK 6 Kesalahan Medikasi dan KNC Kesalahan penyerahan obatdari farmasikerawat inap dan rawat jalan
IAK 7 Penggunaan Anestesi dan Sedasi Kepatuhan Pemantauan Anestesi dan sedasi
IAK 8 Penggunaan Darah dan Produk-produk Darah Reaksi Transfusi Darah
IAK 9 Ketersediaan, Isi dan Penggunaan Catatan Tentang Pasien Waktu penyediaan dokumen rekam medik yang lengkap
IAK 10 Pencegahan dan Pengendalian, Pengawasan, serta Pelaporan Infeksi Angka infeksi Phlebitis
IAK 11 Penelitian Klinis Belum ada penelitian

 

Tabel 2. Indikator klinis berdasarkan pilihan dari JCI Library (untuk akreditasi pertama data tidak diukur, hanya membuat kamus indikatornya saja), yaitu :

No Area Indikator

(JCI library)

Nama Indikator
1. IAK 1
2. Konseling untuk berhenti merokok pd pasien dewasa pasca perawatan IMA
3.

 

Jumlah pasIen jatuh dengan atau tanpa cedera
4. Terapi anti koagulasi untuk atrial
5. fibrilasi/flutter pada pasien strok iskhemik

 

Tabel 3. Indikator Area Manajerial (IAM)

Kode Indikator Area Indikator Nama Indikator
IAM 1 Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat penting untuk memenuhi kebutuhan pasien Ketidaktersediaan Obat Sesuai Formularium RSUD dr. H.Soemarno Sosroatmodjo
IAM 2 Pelaporan aktivitas yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan Ketepatan waktu laporan dari Direktorat ke Bagian Perencanaan dan Evaluasi

 

IAM 3 Manajemen risiko

 

Kalibrasi Alat Medis

Pencegahan dan pengendaian infeksi karena kecelakaan kerja tertusuk benda tajam (jarum suntik, pisau bedah, dll)

IAM 4 Manajemen penggunaan sumber daya
IAM 5 Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga Nilai Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat
IAM 6 Harapan dan kepuasan staf KepuasanPegawai (menggunakan dimensi SERVQUAL /Service Quality)
IAM 7 Demografi pasien dan diagnosis klinis Trend 10 besar diagnosis dan data rawat inap
IAM 8 Manajemen keuangan Cost recovery
IAM 9 Pencegahan dan pengendalian dari kejadian yang dapat menimbulkan masalah bagi keselamatan pasien, keluarga pasien dan staf Cakupan tensimeter yang telah di kalibrasi internal

 

Tabel 4. Indikator Sasaran Keselamatan Pasien ISKP)

Kode Indikator Area Indikator Nama Indikator
ISKP 1 Identifikasi pasien secara benar Kepatuhan pencantuman 2 identitas (nama dan tanggal lahir) pada gelang pasien hemodialisa rawat jalan
ISKP 2 Meningkatkan komunikasi efektif Kepatuhan petugas medis dalam melaporkan nilai kritis ke DPJP dengan teknik TBaK
ISKP 3 Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai Kepatuhan pelabelan dan penyimpanan obat KCl injeksi dan NaCl 3% di ruangan
ISKP 4 Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi Kepatuhan membuat marking atau tanda pada sisi lokasi operasi berupa garis lurus dengan spidol hitam permanen oleh dokter pembedah
ISKP 5 Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan Kepatuhan perawat dalam melakukan kebersihan tangan dengan metode enam langkah standar WHO dan five moment
ISKP 6 Pengurangan risiko jatuh Kepatuhan perawat dalam mengkaji risiko tinggi jatuh dalam 24 jam setelah pasien masuk rawat inap

 

Tabel 5. Indikator Tren/variasi yang tidak diinginkan sesuai standar PMKP/ QPS 7

No Area Indikator Nama Indikator
1 Semua reaksi transfusi yang sudah dikonfirmasi, jika sesuai untuk rumah sakit Analisis  Reaksi Tranfusi
2 Semua kejadian serius akibat efek samping obat, jika sesuai dan sebagaimana yang didifinisikan oleh rumah sakit, dianalisis Insiden serius akibat efek samping obat
3 Semua kesalahan obat  yang signifikan, jika sesuai dan sebagaimana yang didifinisikan oleh rumah sakit, dianalisis Kesalahan Dispensing Obat oleh Depo Farmasi Askes Rawat Jalan
4 Semua perbedaan besar antara diagnosis praoperasi dan pascaoperasi dianalisis Ketidak sesuaian Diagnosis Pre dan Post operasi di SMF Bedah
5 Efek samping atau pola efek samping selama sedasi moderat atau mendalam dan pemakaian anestesi Kejadian desaturasi pada pasien dewasa dengan tindakan sedasi sedang dalam
6 Kejadian-kejadian lain, seperti wabah penyakit menular Kejadian infeksi jamur di ruang intensif dewasa

Keselamatan Pasien

  1. Penyusunan sistem pencatatan dan pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP)
  2. Pencatatan dan pelaporan sentinel, Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) dan Kejadian Nyaris Cedera (KNC)
  3. Analisa Risk Grading dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA)
  4. Penyusunan panduan/kerangka kerja risk manajemen
  5. Pembuatan FMEA

Penilaian Kinerja (RS, Unit Kerja, Para Pimpinan RS, Tenaga Profesi, Staf)

  1. Penyusunan panduan penilaian kinerja

Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program penilaian kinerja di RS , meliputi :

1. Program penilaian kinerja RS

2.Program penilaian kinerja Direktur RS

3.Program penilaian kinerja unit kerja

4.Program penilaian kinerja para pimpinan RS

5.Program penilaian kinerja praktik professional staf medis

6.Program penilaian kinerja perawat dan tenaga professional lainnya

7.Program penilaian kinerja staf

Evaluasi kontrak dan perjanjian lainnya

1.Mengikuti kegiatan penyusunan panduan kontrak dan perjanjian lainnya

2.Monitoring dan evaluasi kontrak dan perjanjian lainnya.

Diklat Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (internal dan eksternal)

1.Direktur

2.Para pimpinan RS

3.Komite Mutu dan Keselamatan Pasien

4.Person in Charge (PIC) / Penanggung jawab pengumpul data di unit kerja

Program MDGs

Melakukan monitoring terhadap :

  1. Penurunan Angka Kematian Bayi dan Peningkatan Kesehatan Ibu
  2. Penurunan Angka Kesakitan HIV/AIDS
  3. Penurunan Angka Kesakitan TB
  4. PENCATATAN DAN PELAPORAN
  5. Melakukan pencatatan harian data indikator mutu
  6. Melakukan pencatatan insiden
  7. Melakukan rekapitulasi bulanan
  8. Analisis
  9. Membuat rencana tindak lanjut
  10. Monitoring dan evaluasi kegiatan secara berkala