Orientasi Umum dokter-dokter internsip periode 2018/2019 di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas

Pada hari Kamis, 15 Februari 2018 Pukul 08.00 WIB, bertempat di Ruang Aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Orientasi Umum bagi dokter – dokter internsip yang ditugaskan di RSUD dr. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas periode 2018/2019. Kegiatan ini diisi oleh materi dari dr. Erny Indrawati tentang Komunikasi Efektif (PPK), Komite PPI tentang hand hygiene oleh Nurdiana, S.Kep, Aturan-aturan di Rumah Sakit dari Bagian Kepegawaian oleh Ririn Suprina, S.Kep, dan dari K3RS (MFK) tentang penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan Jalur Evakuasi oleh Fipiratniashiati, S.ST, dan Ibu Yessie, S.Sos, beserta Tim PKRS.

Daftar nama 21 dokter yang mengikuti program internsip di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas 2018/2019 antara lain :

  1. dr. david fernando
  2. dr. ade frima segara manurung
  3. dr. crista lorensa
  4. dr. hensky stallone sitepu
  5. dr. riza paramitha
  6. dr. bagaskhara rifega oktaviano
  7. dr. ahmad marzuki rifki hanafi
  8. dr. agnes borneo
  9. dr. barra gerry prakoso
  10. dr. fajar megasari
  11. dr. roykedona lisa trixie
  12. dr. agustria anggraeny silalahi s.
  13. dr. eka maranatha tambunan
  14. dr. m. noor rahmansyah
  15. dr. rugas pribawa
  16. dr. muhammad tommy prima taruna
  17. dr. ayu lestari maduwu
  18. dr. ervina pratiwi
  19. dr. elia veronika
  20. dr. agnia safitri
  21. dr. krismeikesari

Laporan Hasil Survey Kepuasan Pelanggan RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas Tahun 2017

Laporan Hasil Survey Kepuasan Pelanggan 

RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas Tahun 2017

Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan demi tercapainya harapan dan tuntutan publik. Upaya tersebut dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Untuk itu diperlukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pelayanan yang telah dilakukan. Salah satu cara untuk memperoleh hasil evaluasi adalah dengan meminta penilaian publik terhadap kualitas pelayanan melalui survei kepuasan pelanggan / masyarakat. Hal ini sesuai dengan sasaran penyelenggaraan pelayanan publik yang mendorong partisipasi masyarakat sebagai pengguna layanan dalam menilai kinerja penyelenggara pelayanan.

Berdasarkan Undang–Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, serta Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16 tahun 2014 tentang tentang Pedoman Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik, maka Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, selaku penyelenggara publik, wajib melakukan Survei Kepuasan Pelanggan secara berkala minimal 1 (satu) kali setahun.

MeIalui hasil survei ini, diharapkan Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dapat mengetahui pada indikator apa saja yang perlu adanya perbaikan demi peningkatan akuntabilitas serta kepercayaan masyarakat di masa yang akan datang.

II. TUJUAN

Mengetahui gambaran Kepuasan Pelanggan, yang diperoleh dari hasil pengukuran atas pendapat masyarakat, terhadap mutu dan kualitas pelayanan kesehatan yang telah diberikan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas Kalimantan Tengah pada tahun 2017

III. RUANG LINGKUP

Ruang Lingkup Survei Kepuasan Pelanggan / Masyarakat , meliputi:

1. Staf Rumah Sakit, adalah Kompetensi Sumber Daya Manunia baik Tenaga Kesehatan maupun Tenaga Non Kesehatan pemberi pelayanan,

2. Komunikasi Pelaksana, adalah penjelasan tata cara pelayanan yang diberlakukan bagi pemberi dan penerima pelayanan, termasuk persyaratan teknis maupun administratif;

3. Kunjungan Dokter ke Pasien, adalah Kualitas Pelayanan yang diberikan oleh Tenaga Medis ahli pemberi pelayanan kepada pelanggan;

4. Fasilitas Rumah Sakit, adalah Sarana dan Prasarana pelayanan yang diberikan dan diterima sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Produk pelayanan ini merupakan hasil dari setiap spesifikasi jenis pelayanan;

5. Kepuasan Pelayanan, merupakan penilaian singkat terkait pelayanan yang diberikan rumah sakit untuk pelanggan terkait kualitas secara umum.

IV. METODE / CARA PENGUKURAN

1. Metode pengukuran : survei kepuasan pelanggan / masyarakat dilakukan dengan teknik pemberian kuesioner, baik dengan pengisian sendiri maupun kuisioner dengan wawancara tatap muka.

2. Alat Ukur : kuesioner tentang unsur-unsur pelayanan dengan bentuk jawaban yang mencerminkan tingkat kualitas dari setiap unsur pelayanan.

Angka 1 mewakili : Sangat Tidak Memuaskan
Angka 2 mewakili : Tidak Memuaskan
Angka 3 mewakili : Cukup
Angka 4 mewakili : Memuaskan
Angka 5 mewakili : Sangat Memuaskan

3. Responden : Responden dipilih secara acak dari pengguna/pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, dimana jumlahnya ditetapkan sebanyak 100 responden.

4. Lokasi survei : Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dengan pembagian wilayah menurut kebutuhan yaitu Rawat Jalan dan Rawat Inap.

5. Waktu pengukuran : dilakukan selama lebih kurang 1 (satu) bulan mulai tanggal 8 November sampai dengan 8 Desember 2017.

6. Metode pengolahan data

a. Kuesioner yang telah diisi dilakukan pembersihan data dan diberi koding

b. Data entry ke software Microsoft Excel 2013 berdasarkan koding yang telah dibuat.
c. Diukur menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) yang menggambarkan tingkat kepuasan konsumen terhadap suatu produk (Siagian D, 2002). Adapun tahap – tahap dalam mengukur CSI adalah :
• Menghitung Weighted Factor yaitu mengubah nilai rata-rata tingkat kepentingan menjadi angka persen, sehingga didapatkan total Weighting Factor 100%.
• Menghitung Weighting Score, yaitu nilai perkalian Antara nilai rata-rata tingkat kinerja dengan Weighting Factor.
• Menghitung Weighted Total, yaitu menjumlahkan Weighted Score dari semua atribut.
• Menghitung Customer Satisfaction Index, yaitu
Weighted Total dibagi skala maksimal yang digunakan (dalam penelitian ini skala maksimum adalah 5) kemudian dikali 100%

Setelah dilakukan Perhitungan sehingga diperoleh nilai IKP (Indeks Kepuasan Pelanggan)

IKP (Indeks Kepuasan Pelanggan) = 64,76% (Cukup Puas)

NILAI INTERVAL IKP:
0 – 34  Tidak Puas
35 – 50 Kurang Puas
51 – 65 Cukup Puas
66 – 80 Puas
81 – 100 Sangat Puas

7. Pengujian Kualitas Data : Data pendapat masyarakat yang telah dimasukkan dalam masing-masing kuesioner, disusun dengan mengkompilasikan data responden yang dihimpun berdasarkan kelompok umur, dan jenis kelamin. Informasi ini dapat digunakan untuk mengetahui profil responden dan kecenderungan jawaban yang diberikan, sebagai bahan analisis obyektivitas.

V. HASIL PENGUKURAN

Sebelum mengetahui hasil penilaian responden terhadap 5 unsur pelayanan yang telah ditentukan tersebut diatas, perlu diketahui terlebih dahulu bagaimana karakteristik responden itu sendiri, yang bisa dilihat dari 3 faktor, yaitu umur, jenis kelamin, dan pekerjaan. Hal ini berkaitan erat dengan cara mereka membuat keputusan dalam melakukan penilaian terhadap pelayanan yang mereka terima. Berikut kami sajikan tabel dan chart data (dalam satuan persentase) mengenai karakteristik responden pengunjung RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas Tahun 2017

Berdasarkan data di atas, beberapa hal yang dapat dikemukakan adalah :

1. Umur responden terbanyak adalah umur 31 – 40 tahun (34%), 41 – 50 tahun dan 51 – 60 tahun (21%), 18 – 30 tahun (15%), >60 tahun (8%), dan <18 tahun (1%). Hal tersebut menggambarkan bahwa usia produktif lebih banyak menggunakan rumah sakit sebagai tempat berobat.

2. Jenis kelamin responden terbanyak adalah laki-laki (51%), menggambarkan bahwa laki-laki masih mendominasi perempuan dalam hal pemanfaatan layanan kesehatan rumah sakit.

3. Pekerjaan responden terbanyak adalah PNS/TNI/POLRI (35%), hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat yang menggunakan layanan RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas didominasi oleh peserta JKN / BPJS.

Selanjutnya akan kita lihat hasil penilaian responden terhadap 5 unsur pelayanan yang digabung dalam dua lokasi survei, yaitu instalasi rawat jalan dan ruang rawat inap dengan perbandingan 70:30 karena pasien rawat jalan lebih banyak daripada pasien rawat inap. Penggabungan total 2 lokasi ini dimaksudkan agar memudahkan pihak rumah sakit untuk fokus dalam penghitungan survey kepuasan pelanggan RS.

Kemudian didapatkan data sebagai berikut:

1. Dapat diketahui bahwa Fasilitas Rumah Sakit di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas mendapatkan nilai terendah (63,24), sedangkan kompetensi Staf Rumah Sakit mendapatkan nilai tertinggi (68,27) walaupun hanya dalam kisaran nilai baik.

2. Dapat diketahui bahwa Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan dari kuesioner yang dikumpulkan berisi saran dan masukan seperti tentang peningkatan fasilitas rumah sakit, contohnya perbanyak kursi tunggu pelanggan di loket pendaftaran dan ruang tunggu pengambilan obat di apotek rumah sakit, dan kinerja pelayanan kepada pasien. Untuk rangkuman saran, masukan, dan kritik dapat dilihat dilampiran kuesioner.

Hasil penilaian terhadap Indeks Kepuasan Pelanggan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas berdasarkan unsur penilaian dapat disimpulkan bahwa :

1. Fasilitas RS masih perlu mendapatkan perhatian karena memperoleh skor terendah (63,24).
2. Staf RS cukup perlu mendapat apresiasi karena mendapat skor tertinggi (68,27).

Berdasarkan hasil data, informasi penting yang dapat disampaikan antara lain :

1. Dapat diketahui bahwa Waktu Tunggu Pelayanan Pendaftaran (3,02), Lama Kunjungan / Waktu Bertemu Dokter ke Pasien (3,04), dan Fasilitas Parkir Rumah Sakit yang kurang memadai (3,08) di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas mendapatkan penilaian nilai tiga terendah.

2. Dapat diketahui bahwa Keramahan petugas di loket pendaftaran (3,44), Keramahan Perawat / Petugas Kesehatan (3,41), Kecakapan tenaga kesehatan di bagian ruangan rawat inap, poliklinik (rawat jalan) dan instalasi (3,39) di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas mendapatkan penilaian nilai tiga tertinggi.

Sesuai hasil pengukuran, didapatkan bahwa :
1. Waktu tunggu pelayanan pendaftaran (3,02), Lama kunjungan / waktu bertemu dokter ke pasien (3,04), Fasilitas Rumah Sakit terutama parkir (3,08) masih sangat perlu mendapatkan perhatian dan perbaikan dari pihak RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo karena memperoleh tiga skor terendah dari seluruh unsur penilaian.
2. Keramahan petugas di loket pendaftaran (3,44), Keramahan perawat / petugas kesehatan (3,41), Kecakapan tenaga kesehatan di bagian ruangan rawat inap, poliklinik (rawat jalan) dan instalasi (3,39) di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas mendapatkan penilaian nilai tiga tertinggi sehingga patut mendapatkan apresiasi dan untuk terus ditingkatkan hingga mendapatkan angka maksimal penilaian pelayanan.
3. Seluruh unsur pelayanan telah mendapatkan nilai rata-rata 3. Hal ini berarti pelayanan yang diberikan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo sudah cukup baik bagi para pengunjungnya. Walaupun belum mencapai nilai tertinggi yaitu 5, dimana sangat baik dan sangat memuaskan.

VI. KESIMPULAN

Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas sebagai penyedia layanan kesehatan di Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah wajib untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya. Berikut kesimpulan hasil survey IKP terhadap pelayanan RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas tahun 2017:

1. Pencapaian hasil pengukuran IKP secara kumulatif adalah 64,76. Hal ini berarti secara umum pelaksanaan pelayanan di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas sudah cukup baik namun belum memenuhi harapan, yaitu mencapai nilai 80 berdasarkan nilai harapan (kategori sangat baik). Kelima unsur kelompok berada dalam kategori cukup baik, yaitu :
– Staf RS (68,27);
– Komunikasi Terhadap Pasien / Pelanggan (66,5);
– Kunjungan Dokter ke Pasien / Pelanggan (63,6);
– Fasilitas RS (63,24);
– Kepuasan Pelayanan (65,27);
2. Unsur kelompok pelayanan dengan nilai terendah sehingga perlu mendapat perhatian untuk lebih ditingkatkan lagi adalah;
– Fasilitas Rumah Sakit (63,24) nilai terendah,
3. Unsur Kelompok Penilaian dengan nilai tertinggi yang dimiliki oleh unit pelayanan serta perlu mendapat apresiasi bahkan bisa ditingkatkan lagi adalah;
– Staf Rumah Sakit (68,27) nilai tertinggi.
4. Secara detail dari kelima unsur kelompok penilaian didapatkan unsur dan area pelayanan nilai terendah terdapat pada kriteria penilaian, yaitu
– Waktu tunggu pelayanan pendaftaran (3,02),
– Lama kunjungan / waktu bertemu dokter ke pasien (3,04),
– Fasilitas Rumah Sakit terutama parkir (3,08)
5. Unsur dan area pelayanan dengan nilai tertinggi yang dimiliki oleh unit pelayanan serta perlu mendapat apresiasi bahkan bisa ditingkatkan lagi adalah;
– Keramahan petugas di loket pendaftaran (3,44),
– Keramahan perawat / petugas kesehatan (3,41),
– Kecakapan tenaga kesehatan di bagian ruangan rawat inap, poliklinik (rawat jalan) dan instalasi (3,39)

VII. REKOMENDASI

Berdasarkan hasil survei IKP terhadap pelayanan di RSUD Dr. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas Tahun 2017 tersebut diatas, dapat direkomendasikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Pihak – Pihak yang Terkait supaya dapat memperhatikan ketersediaan Sarana / Prasarana atau Fasilitas Rumah Sakit yang diperlukan oleh masyarakat Kabupaten Kapuas seperti parkir pelanggan dan karyawan yang kurang memadai

2. Pihak Manajemen harus lebih mensosialisasikan tentang pengelolaan pengaduan saran, dan masukan kepada seluruh pasien dan keluarga. Juga perlu didorong inisiatif pasien dan partisipasi keluarga dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo.

3. Pihak Manajemen dapat lebih berkomitmen dalam hal peningkatan kompetensi petugas pelayanan melalui pelatihan-pelatihan teknis. Selain itu, petugas didorong untuk lebih aktif berkomunikasi dengan pasien sehingga terbangun suasana keakraban dan sikap saling percaya.

4. Kedisiplinan Petugas Pelayanan dalam hal menjamin ketepatan waktu dalam proses pelayanan harus terus dipertahankan dan perlu diberi apresiasi. Rumah Sakit juga perlu terus berkomitmen untuk menjamin kemudahan prosedur sehingga waktu pelayanan bisa lebih efektif dan efisien.

5. Survei Kepuasan Pelanggan / Masyarakat agar dilaksanakan secara periodik minimal 1 (satu) kali dalam setahun pelayanan, sesuai Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16 tahun 2014 tentang tentang Pedoman Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik,, agar Rumah Sakit dapat terus memenuhi perubahan harapan pelanggannya. Untuk itu diperlukan komitmen kuat baik dari pihak manajemen, karyawan maupun seluruh pihak terkait dengan pelayanan RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas.

VIII. TINDAK LANJUT

Tindak lanjut yang dicanangkan berdasarkan rekomendasi di atas adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan Pembangunan Fasilitas Rumah Sakit berdasarkan kebutuhan masyarakat Kabupaten Kapuas
2. Diklat kompetensi akan menjadi prioritas pada tahun 2018, diinventarisasi oleh Subbag Kepegawaian dan Bidang Diklat.
3. Membuat alur pengaduan dan penyelesaian keluhan, serta melaksanakan sosialisasi alur dan role playing penanganan keluhan
4. Sosialisasi alur pelayanan di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas
5. Pelaksanaan in house training komunikasi efektif bagi petugas garda depan
6. Aktivasi Supervisor untuk pengawasan pelayanan
7. Pelaksanaan Survey Kepuasan Pelanggan setiap tahun dan membuat laporannya setiap tahun.

Demikian hasil Survei Kepuasan Pelanggan / Masyarakat terhadap pelayanan di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas Tahun 2017 sebagai upaya perbaikan secara terus menerus terhadap mutu pelayanan kesehatan Rumah Sakit bagi masyarakat Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah.

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad, SAW (26 Rabiul Awal 1439 H / 15 Desember 2017) bersama Guru M. Nur Husaini di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas

Pada hari Jum’at, 15 Desember 2017 (26 Rabiul Awal 1439 H) Pukul 08.00 WIB, bertempat di Ruang Pertemuan Gazebo RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad, SAW bersama Guru Muhammad Nur Husaini dari Banjarmasin bersama seluruh staf RSUD Kapuas.

 

 

 

 

Guru Muhammad Nur Husaini menyampaikan bahwa Maulid Nabi Besar Muhammad SAW merupakan wujud bersyukurnya kita atas berkah dan rahmat karunia Allah SWT, semoga dengan meneladani apa yang diperbuat/ dilakukan oleh Rasulullah Nabi Muhammad SAW, kita mendapatkan ampunan dosa-dosa yang selama ini diperbuat dan seluruh anggota keluarga kita, serta bisa dipertemukan dengan Rasulullah di Syurga Akhirat kelak.

Nikmat yang paling Agung / Besar yang Allah SWT anugerahkan kepada kita ummat manusia adalah dengan dilahirkannya Nabi Besar Muhammad SAW ke dunia ini. Kita bisa mengenal Allah SWT, mengamalkan tata cara ibadah, serta mengenal satu sama lain, berkat Rasulullah Nabi Besar Muhammad SAW. Semoga kita bisa selalu istiqomah meneladani Rasulullah Nabi Besar Muhammad SAW,  Aamiin ya Rabbal’alamin…

 

 

 

Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh dr. Hananie Taufik dan Fipiratniashiati, S.ST, serta Tim PKRS dengan materi tentang “Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) Antisipasi Kebakaran dan Keamanan Penggunaan Peralatan Medis bagi Pasien dan Keluarga”

Pada hari Selasa, 8 Nopember 2017 Pukul 09.00 WIB, bertempat di Ruang Tunggu Poliklinik Rawat Jalan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh dr. Hananie Taufik dan Fipiratniashiati, S.ST, beserta Tim PKRS dengan Materi Penyuluhan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) dan Keamanan Penggunaan Peralatan Medis bagi Pasien dan Keluarga.

 

 

 

 

dr. Hananie Taufik dan Ibu Fipiratniashiati menjelaskan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) adalah alat yang ringan serta mudah dipakai oleh satu orang guna memadamkan api / kebakaran pada mula terjadinya kebakaran (Permenakertrans RI No 4/MEN/1980 tentang syarat syarat pemasangan dan pemeliharaan APAR). Keterbatasan APAR yaitu kapasitasnya terbatas, jarak semprotnya terbatas, daya semprotnya (durasi) terbatas.

 

 

 

 

 

 

Hal – hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan APAR

  • Perhatikan arah angin (usahakan badan/muka menghadap searah dengan arah angin. Supaya media pemadam benar- benar efektif menuju ke pusat api dan jilatan api tidak mengenai petugas pemadam.
  • Perhatikan sumber kebakaran. Gunakan jenis APAR sesuai dengan klasifikasi sumber kebakaran

dr. Hananie juga menyampaikan untuk keamanan penggunaan peralatan medis bagi pasien dan keluarga seperti jarum suntik insulin, kateter,  infus, dll yang dibawa ke rumah, hendaknya semua sampah bekas peralatan medis tersebut dipisahkan dari sampah yang lain, karena selain dapat menularkan penyakit juga berbahaya bagi orang lain dengan resiko tertusuk jarum atau pecahan botol alat medis. Sampah medis infeksius tersebut harus ditempatkan di botol / tempat plastik yang keras dan tidak bocor apabila tertusuk jarum atau pecahan kaca. Setelah itu sampah medis bisa dititipkan di puskesmas terdekat yang mempunyai kerjasama dengan rumah sakit guna kemudian dimusnahkan di pengelolaan limbah rumah sakit.

Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh dr. Diana Yuniarti dan Bpk. Syarwani, S.Kep, Ns dan Tim PKRS dengan materi tentang “Manajemen Nyeri”

Pada hari Jum’at, 3 Nopember 2017 Pukul 09.00 WIB, bertempat di Ruang Tunggu Poliklinik Rawat Jalan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh dr. Diana Yuniarti dan Syarwani, S.Kep, Ns, beserta Tim PKRS dengan Materi Penyuluhan tentang Manajemen Nyeri.

dr. Diana menjelaskan nyeri adalah sensasi yang bersifat pribadi, merupakan tanda/peringatan adanya kerusakan jaringan dan merupakan pola respon untuk melindungi organisme dari hal-hal yang membahayakan. Nyeri dibedakan menjadi nyeri ringan, nyeri sedang, nyeri berat dan nyeri sangat berat (dimana pasien sudah tidak mampu lagi  berkomunikasi, memukul).

Penyebab  Nyeri Yaitu: Trauma
a). Mekanik

Rasa nyeri timbul akibat ujung-ujung saraf bebas mengalami kerusakan, misalnya akibat  benturan, gesekan, luka dan lain-lain.

b). Thermis
Nyeri timbul karena ujung saraf reseptor mendapat rangsangan   akibat panas, dingin,  misal  karena api dan air.

c). Khemis (Chemical)
Timbul karena kontak dengan zat kimia yang bersifat asam atau basa kuat.

Menurut durasinya nyeri dibedakan menjadi:

  1. Nyeri akut sebagai kumpulan pengalaman yang tidak menyenangkan        yang berkaitan dengan sensori, persepsi dan emosi serta berkaitan dengan respon autonomik, psikologik, emosional dan perilaku.
  2. Nyeri kronik  adalah situasi atau keadaan pengalaman nyeri yang  menetap atau kontinyu selama beberapa bulan atau tahunan setelah fase penyembuhan dari suatu penyakit.

Faktor yang Mempengaruhi Nyeri Yaitu:

a). Lingkungan

Nyeri dapat diperberat dengan adanya rangsangan dari lingkungan yang berlebihan  misalnya kebisingan,cahaya yang sangat terang.

b). Umur

Toleransi terhadap nyeri meningkat sesuai dg pertambahan usia. Semakin bertambah usia seseorang, maka semakin bertambah pula pemahaman terhadap nyeri dan usaha mengatasinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Beberapa tindakan khusus untuk menghilangkan nyeri secara non farmakologik yaitu:

  1. Distraksi adalah metode utk menghilangkan nyeri dg cara mengalihkan perhatian klien pada hal-hal lain sehingga klien lupa terhadap nyeri yang dirasakannya. Beberapa teknik distraksi, antara lain : a. Nafas lambat, berirama b. Massage and Slow, Rhythmic Breathing c. Baca koran,majalah d. Memeluk orang yang dicintai
  2. Relaksasi merupakan metode yang efektif terutama pada klien yang mengalami   nyeri   kronis,dan untuk mengurangi ketegangan otot  dan menurunkan kecemasan.Teknik relaksasi antara lain:
    1. Klien menarik nafas dalam
    2. Perlahan2 udara dihembuskan .
    3. Klien bernafas beberapa kali dg irama normal.
    4. Setelah klien merasa rileks, klien hendaknya dianjurkan bernafas secara pelan2.
  3. Stimulasi Kulit (Cutaneus) Beberapa teknik untuk stimulasi kulit antara lain :a. Kompres dingin

    b. Analgesics ointments seperti pengolesan krim / gel penghilang nyeri

    c. Counteriritan, seperti plester .

    d. Contralateral Stimulation, yaitu massage / pijat kulit pada area yang  berlawanan dengan  area yang nyeri.

Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Bpk. Drs. Edel Sitorus, Apt, M.Si (Instalasi Farmasi) dan Tim PKRS dengan materi tentang “Interaksi Obat”

Pada hari Rabu, 1 Nopember 2017 Pukul 09.00 WIB, bertempat di Ruang Tunggu Instalasi Farmasi RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Bapak Drs. Edel Sitorus, Apt, M.Si ( Apoteker RS) dan Tim PKRS dengan Materi Penyuluhan tentang Interaksi Obat.

 

 

 

 

 

Bapak Edel menjelaskan interaksi obat adalah hubungan / ikatan obat dengan senyawa lain (obat lain, makanan, atau minuman).

Apa yang terjadi dari interaksi obat?

  • Efek obat dapat berubah
  • Efek dapat dikehendaki atau  tidak, contohnya obat disulfam + alkohol pasien menjadi pusing, mual dan mau muntah atau penisilin dengan probenesid, dimana probenesid menghambat sekresi penisilin sehingga kadar penisilin dalam darah meningkat

Bagaimana proses terjadinya?

  1. Interaksi Farmasetika (terjadi diluar tubuh)
  2. Interkasi Farmakokinetika (saat absorbsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi)
  3. Interaksi Farmakodinamika (saat berkaitan dengan reseptor)

 

 

 


 

 

 

 

 

Kapan anda minum obat?

  • Sebelum makan (dilakukan pada saat lambung kosong / 1-2 jam sebelum makan)
  • Sesudah makan (dilakukan pada saat lambung terisi / tidak lebih dari 2 jam setelah makan)

Minum obat dengan susu bolehkah?

tidak semua obat dilarang, contoh tetrasiklin tidak baik dengan susu, tetapi pirantel boleh saja diminum bersamaan dengan susu.

Minum obat dengan teh, bolehkah?

Sebaiknya harus dihindari, karena dapat menyebabkan interaksi obat. Hendaknya diberikan jeda waktu sekitar 1 jam apabila sudah terlanjur minum teh.

Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit bersama PERSADIA oleh Bpk. Arkani, S.ST. Fisio (Instalasi Rehabilitasi Medik/Fisioterapi) dan Tim PKRS dengan materi tentang “Penyuluhan Senam Kaki”

Pada hari Jum’at, 27 Oktober 2017 Pukul 05.30 WIB, bertempat di halaman depan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Bapak Arkani, S.ST.Fisio (Fisioterapis RS) dan Tim PKRS dengan Materi Penyuluhan Senam Kaki bersama PERSADIA.

 

 

 

 

Bapak Arkani menjelaskan pengertian senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki.

Di Indonesia jumlah penderita DM 2,5 juta pada tahun 1994 dan akan meningkat menjadi 5 juta pada tahun 2010 (Tjokroprawiro, 2006)

Hasil penelitian epidemiologis di Indonesia juga menunjukan peningkatan prevalensi DM dari 1,5% pada tahun 1991 menjadi 5,7% pada tahun 2001. Dengan melihat pola pertumbuhan penduduk saat ini, diprediksi pada tahun 2020 dengan asumsi prevalensi 2% saja akan didapatkan 9 juta orang penyandang DM (Sugondo, 2007).

Penyebab ulkus/luka pada kaki diabetik, antara lain

  • Angiopati : sumbatan pada pembuluh darah
  • Neuropati : menurun / hilang rasa pada kaki
  • Infeksi : masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh dan menimbulkan reaksi peradangan

 

 

 

 

 

 

 

Tanda- tanda awal kaki diabetik (sumbatan pada pembuluh darah pada tungkai) antara lain :

  • Pain (nyeri)
  • Paleness (kepucatan)
  • Paresthesia (kesemutan)
  • Pulselessness (denyut nadi melemah / hilang)
  • Paralysis (lumpuh)

 

 

 

Tujuan senam kaki, antara lain:

  • memperbaiki sirkulasi darah
  • memperkuat otot-otot kecil
  • mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
  • meningkatkan kekuatan otot betis dan paha
  • mengatasi keterbatasan gerak sendi

Manfaat senam kaki yaitu supaya penderita diabetes mellitus tidak terjadi luka dan infeksi atau bahkan terjadi gangren yang dapat berakhir dengan tindakan amputasi.

Selesai penyuluhan senam kaki, senam DM bersama PERSADIA, dilanjutkan dengan senam aerobik. #Salam_Sehat #Ayo_Gerak

 

 

Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Fitriyana, AMG, Wiwik Suharti, M.Kes dan Tim PKRS dengan Materi “Diet Asam Urat”.

Pada hari Rabu, 25 Oktober 2017 bertempat di ruang tunggu Poliklinik Rawat Jalan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Fitriyana, AMG, Wiwik Suharti, M.Kes dan Tim PKRS dengan Materi Diet Asam Urat.

 

 

 

 

 

 

 

 

Ibu Fitriyana, AMG menjelaskan Asam Urat adalah senyawa sukar larut dalam air yang merupakan hasil akhir metabolisme purin. Secara alamiah purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan) atau hewan (daging, jeroan, ikan sarden), juga dalam minuman beralkohol dan makanan kaleng.

Gejala asam urat antara lain persendian terasa nyeri terutama pada malam dan pagi hari, seperti di tumit, pergelangan tangan, jari kaki, tangan, siku, dan lutut. Gejala asam urat biasanya persendian bengkak, terasa panas, memerah dan nyeri sekali.

 

 

 

 

 

 

 

Ibu Wiwik Suharti, M.Kes menambahkan untuk mengatasi asam urat dapat dilakukan dengan diet membatasi makanan karbohidrat sederhana seperti gula aren, gula pasir, madu, sirup, dodol, dan selai. Tetapi penuhi kebutuhan karbohidrat dari nasi, kentang, roti dan ubi.

Batasi konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi, seperti hati, ginjal, limpa, babat, usus, otak, paru, jantung, ekstrak daging, ikan sarden, angsa kerang, udang kecil, tapi konsumsilah makanan seperti susu, telur, tahu, tempe kedelai, dan kacang hijau.

Cukupi kebutuhan cairan (banyak minum air putih), hindari alkohol, dindari durian, alpukat, nanas, air kelapa, dan melinjo. Batasi sayur bayam, buncis, kembang kol, brokoli, dan jamur.

Tips Pencegahan :

  1. Minum air minimal 8 gelas sehari efektif untuk menghilangkan asam urat
  2. Mengurangi kebiasaan buruk merokok
  3. Menghindari konsumsi yang mengandung purin tinggi
  4. Berolahraga rutin minimal 2-3 kali seminggu
  5. Jangan bekerja terlalu keras
  6. Konsumsi sayur dan buah seperti jeruk, jambu biji, wortel, dan brokoli

Kegiatan Senam Diabetes dan Perjanjian Kerjasama (PERSADIA) Cab. Kapuas dan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo

Pada hari Jum`at, 20 Oktober 2017 Pukul 05.30 WIB, bertempat di halaman depan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Kegiatan Senam Diabetes rutin bersama Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Cab. Kapuas.

 

 

 

 

 

Pada kesempatan ini pula ditandatangani oleh Ketua PERSADIA Cab. Kapuas Bpk. Talinting E. Toepak, Perjanjian Kerjasama antara PERSADIA dan RSUD Kapuas terkait program promosi kesehatan yaitu kegiatan Senam Diabetes Melitus rutin setiap hari Jum`at pagi. Bagi masyarakat Kab. Kapuas walaupun bukan penderita DM yang ingin berpartisipasi dipersilakan mengikuti kegiatan senam ini untuk menjaga kesehatan jasmani dan meramaikan kegiatan.

Bagi anak muda, remaja, ibu, bapak atau masyarakat yang masih ingin berolahraga lebih, setelah Senam Diabetes dilanjutkan dengan Senam Aerobik yang difasilitasi oleh Instruktur Senam dari RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. #PromKesRS

Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Nurdiana, S.Kep dan Tim PKRS dengan Materi “Kebersihan Tangan (Hand Hygiene)”.

Pada hari Kamis, 19 Oktober 2017 bertempat di ruang tunggu Poliklinik Rawat Jalan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Nurdiana, S.Kep dan Tim PKRS dengan Materi “Kebersihan Tangan (Hand Hygiene)”.                

 

Ibu Nurdiana menjelaskan bahwa Hand Hygiene ( kebersihan tangan) adalah membersihkan tangan dengan menggunakan sabun / antiseptik dibawah air mengalir atau dengan menggunakan handrub. Mencuci tangan di air mengalir jika tangan terlihat kotor dan cairan berbahan dasar alkohol jika tangan tidak tampak kotor. Hal penting dalam Hand Hygiene :

  • Jaga kuku selalu pendek dan bersih, Jangan memakai perhiasan,kuku palsu, cuteks.
  • Pilih sabun antiseptik yang bersifat rendah iritatif.
  • Tangan harus benar kering sebelum menyentuh pasien atau lingkungan /peralatan pasien.
  • Lotion meminimalisir iritasi dermatitis         

         

 

 

 

 

 

   

 

 

   

 

Siapa yang wajib melakukan hand hygiene? Setiap orang yang bekerja dan berada di Rumah Sakit atau Fasiltas Pelayanan Kesehatan. Mintalah Petugas Kesehatan untuk mencuci tangan. Lindungi diri anda dengan melakukan hal ini : 1. Cuci tangan anda dan mintalah orang disekitar anda untuk melakukan hal yang sama 2. Jangan ragu untuk meminta petugas kesehatan untuk mencuci tangan sebelum menyentuh anda 3. Mintalah keluarga anda untuk mencuci tangan Sebelum melakukan kebersihan tangan pastikan asesoris cincin, termasuk cincin kawin, gelang, arloji, tidak dipakaiKebersihan tangan yang baik  terbukti dapat menurunkan   insiden Infeksi Rumah Sakit. cntoh cairan hand rub