Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh dr. Hananie Taufik dan Fipiratniashiati, S.ST, serta Tim PKRS dengan materi tentang “Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) Antisipasi Kebakaran dan Keamanan Penggunaan Peralatan Medis bagi Pasien dan Keluarga”

Pada hari Selasa, 8 Nopember 2017 Pukul 09.00 WIB, bertempat di Ruang Tunggu Poliklinik Rawat Jalan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh dr. Hananie Taufik dan Fipiratniashiati, S.ST, beserta Tim PKRS dengan Materi Penyuluhan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) dan Keamanan Penggunaan Peralatan Medis bagi Pasien dan Keluarga.

 

 

 

 

dr. Hananie Taufik dan Ibu Fipiratniashiati menjelaskan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) adalah alat yang ringan serta mudah dipakai oleh satu orang guna memadamkan api / kebakaran pada mula terjadinya kebakaran (Permenakertrans RI No 4/MEN/1980 tentang syarat syarat pemasangan dan pemeliharaan APAR). Keterbatasan APAR yaitu kapasitasnya terbatas, jarak semprotnya terbatas, daya semprotnya (durasi) terbatas.

 

 

 

 

 

 

Hal – hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan APAR

  • Perhatikan arah angin (usahakan badan/muka menghadap searah dengan arah angin. Supaya media pemadam benar- benar efektif menuju ke pusat api dan jilatan api tidak mengenai petugas pemadam.
  • Perhatikan sumber kebakaran. Gunakan jenis APAR sesuai dengan klasifikasi sumber kebakaran

dr. Hananie juga menyampaikan untuk keamanan penggunaan peralatan medis bagi pasien dan keluarga seperti jarum suntik insulin, kateter,  infus, dll yang dibawa ke rumah, hendaknya semua sampah bekas peralatan medis tersebut dipisahkan dari sampah yang lain, karena selain dapat menularkan penyakit juga berbahaya bagi orang lain dengan resiko tertusuk jarum atau pecahan botol alat medis. Sampah medis infeksius tersebut harus ditempatkan di botol / tempat plastik yang keras dan tidak bocor apabila tertusuk jarum atau pecahan kaca. Setelah itu sampah medis bisa dititipkan di puskesmas terdekat yang mempunyai kerjasama dengan rumah sakit guna kemudian dimusnahkan di pengelolaan limbah rumah sakit.

(Update) Daftar Sumber Daya Tenaga Medis (Dokter Umum, Gigi, dan Dokter Spesialis) serta Sarana / Prasarana Fasilitas Pelayanan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas

 

SUMBER DAYA RSUD Dr.H.SOEMARNO SOSROATMODJO KUALA KAPUAS

 Sumber Daya Manusia (Medis)

  • Dokter Spesialis Bedah Umum
  • Rintho Alexander Tangkudung, SpB
  • Ade Christian Rompas, SpB
  • Dokter Spesialis Anak
  • Suci Harini SpA. MSc
  • Sheila Febrina,MSc,SpA
  • Dokter Spesialis Dalam
  • Gusti Hariadi Maulana SpPD, MSc
  • Cornelia Wahyu Danawati, PhD, SpPD, KEMD
  • Esti Tantri Anandani, SpPD
  • Dokter Spesialis Kandungan
  • Nigelia Renaldi Ahfriani, MKes, SpOG
  • Daniel Liando SpOG
  • Rudi Helmansyah (Residen Obsgyn)
  • Dokter Spesialis Jiwa
  • Safira Amira Tjandrasari, SpKJ
  • Dokter Spesialis Syaraf
  • Muhammad Ichsan Safwannoor, SpS
  • Dokter Spesialis Patologi Klinik
  • Arlan Prabowo, SpPK, MSc
  • Dokter Spesialis Anastesi
  • Khutbah Juliansyah, SpAn
  • Dokter Spesialis THT
  • Hesty Setiyarini, SpTHT-KL
  • Dokter Spesialis Kulit Kelamin
  • Mira Rahmanita Rachman, SpKK
  • Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
  • Henike Kresnowati, Sp.KFR
  • Dokter Spesialis Mata
  • Roy Hosijanto, SpM
  • Dokter Spesialis Radiologi
  • Risda Fitriyani, Sp.Rad
  • Dokter Gigi
  • Luluk Nurhayati
  • Krisma Novelianty
  • Dokter Umum
  • I Ketut Darmi
  • Dewi Fatmi Januarini
  • Puspa Rahayu Dewanty
  • Mahmudah
  • Delianae
  • Hananie Taufik
  • Fitri Ningrum Intani
  • Diana Yuniarti
  • Marlensius A. Wijaya
  • Erny Indrawati
  • Erie Yustina
  • Muhammad Agi Ramadhani Gustisiya
  • Cindy Christine
  • Sustika Novianita Assan
  • Ryan Feizal
  • M. Bimo Harmaji, MM
  • Asna Nasiqah

SUMBER DAYA SARANA/PRASARANA (LAYANAN)

  • Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (24 jam)
  • Pelayanan Rawat Inap kelas Vip,kelas 1,2,3 (jumlah TT 139)
  • Pelayanan Rawat Jalan Poliklinik ( 10 Spesialisasi)
  • Pelayanan Operasi Kamar
  • Pelayanan Intensive Care Unit
  • Pelayanan Penunjang Medis (Laboratorium,Radiologi,CSSD,IPSRS,Laundry)
  • Pelayanan Unit Transfusi Darah
  • Pelayanan Haemodialisa
  • Pelayanan Rehab Medik/Fisioterapi
  • Pelayanan Pemulasaran Jenazah
  • Pelayanan Instalasi Gizi
  • Pelayanan Instalasi Farmasi/Apotik (24 jam)

 

 

 

Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh dr. Diana Yuniarti dan Bpk. Syarwani, S.Kep, Ns dan Tim PKRS dengan materi tentang “Manajemen Nyeri”

Pada hari Jum’at, 3 Nopember 2017 Pukul 09.00 WIB, bertempat di Ruang Tunggu Poliklinik Rawat Jalan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh dr. Diana Yuniarti dan Syarwani, S.Kep, Ns, beserta Tim PKRS dengan Materi Penyuluhan tentang Manajemen Nyeri.

dr. Diana menjelaskan nyeri adalah sensasi yang bersifat pribadi, merupakan tanda/peringatan adanya kerusakan jaringan dan merupakan pola respon untuk melindungi organisme dari hal-hal yang membahayakan. Nyeri dibedakan menjadi nyeri ringan, nyeri sedang, nyeri berat dan nyeri sangat berat (dimana pasien sudah tidak mampu lagi  berkomunikasi, memukul).

Penyebab  Nyeri Yaitu: Trauma
a). Mekanik

Rasa nyeri timbul akibat ujung-ujung saraf bebas mengalami kerusakan, misalnya akibat  benturan, gesekan, luka dan lain-lain.

b). Thermis
Nyeri timbul karena ujung saraf reseptor mendapat rangsangan   akibat panas, dingin,  misal  karena api dan air.

c). Khemis (Chemical)
Timbul karena kontak dengan zat kimia yang bersifat asam atau basa kuat.

Menurut durasinya nyeri dibedakan menjadi:

  1. Nyeri akut sebagai kumpulan pengalaman yang tidak menyenangkan        yang berkaitan dengan sensori, persepsi dan emosi serta berkaitan dengan respon autonomik, psikologik, emosional dan perilaku.
  2. Nyeri kronik  adalah situasi atau keadaan pengalaman nyeri yang  menetap atau kontinyu selama beberapa bulan atau tahunan setelah fase penyembuhan dari suatu penyakit.

Faktor yang Mempengaruhi Nyeri Yaitu:

a). Lingkungan

Nyeri dapat diperberat dengan adanya rangsangan dari lingkungan yang berlebihan  misalnya kebisingan,cahaya yang sangat terang.

b). Umur

Toleransi terhadap nyeri meningkat sesuai dg pertambahan usia. Semakin bertambah usia seseorang, maka semakin bertambah pula pemahaman terhadap nyeri dan usaha mengatasinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Beberapa tindakan khusus untuk menghilangkan nyeri secara non farmakologik yaitu:

  1. Distraksi adalah metode utk menghilangkan nyeri dg cara mengalihkan perhatian klien pada hal-hal lain sehingga klien lupa terhadap nyeri yang dirasakannya. Beberapa teknik distraksi, antara lain : a. Nafas lambat, berirama b. Massage and Slow, Rhythmic Breathing c. Baca koran,majalah d. Memeluk orang yang dicintai
  2. Relaksasi merupakan metode yang efektif terutama pada klien yang mengalami   nyeri   kronis,dan untuk mengurangi ketegangan otot  dan menurunkan kecemasan.Teknik relaksasi antara lain:
    1. Klien menarik nafas dalam
    2. Perlahan2 udara dihembuskan .
    3. Klien bernafas beberapa kali dg irama normal.
    4. Setelah klien merasa rileks, klien hendaknya dianjurkan bernafas secara pelan2.
  3. Stimulasi Kulit (Cutaneus) Beberapa teknik untuk stimulasi kulit antara lain :a. Kompres dingin

    b. Analgesics ointments seperti pengolesan krim / gel penghilang nyeri

    c. Counteriritan, seperti plester .

    d. Contralateral Stimulation, yaitu massage / pijat kulit pada area yang  berlawanan dengan  area yang nyeri.

Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Bpk. Drs. Edel Sitorus, Apt, M.Si (Instalasi Farmasi) dan Tim PKRS dengan materi tentang “Interaksi Obat”

Pada hari Rabu, 1 Nopember 2017 Pukul 09.00 WIB, bertempat di Ruang Tunggu Instalasi Farmasi RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Bapak Drs. Edel Sitorus, Apt, M.Si ( Apoteker RS) dan Tim PKRS dengan Materi Penyuluhan tentang Interaksi Obat.

 

 

 

 

 

Bapak Edel menjelaskan interaksi obat adalah hubungan / ikatan obat dengan senyawa lain (obat lain, makanan, atau minuman).

Apa yang terjadi dari interaksi obat?

  • Efek obat dapat berubah
  • Efek dapat dikehendaki atau  tidak, contohnya obat disulfam + alkohol pasien menjadi pusing, mual dan mau muntah atau penisilin dengan probenesid, dimana probenesid menghambat sekresi penisilin sehingga kadar penisilin dalam darah meningkat

Bagaimana proses terjadinya?

  1. Interaksi Farmasetika (terjadi diluar tubuh)
  2. Interkasi Farmakokinetika (saat absorbsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi)
  3. Interaksi Farmakodinamika (saat berkaitan dengan reseptor)

 

 

 


 

 

 

 

 

Kapan anda minum obat?

  • Sebelum makan (dilakukan pada saat lambung kosong / 1-2 jam sebelum makan)
  • Sesudah makan (dilakukan pada saat lambung terisi / tidak lebih dari 2 jam setelah makan)

Minum obat dengan susu bolehkah?

tidak semua obat dilarang, contoh tetrasiklin tidak baik dengan susu, tetapi pirantel boleh saja diminum bersamaan dengan susu.

Minum obat dengan teh, bolehkah?

Sebaiknya harus dihindari, karena dapat menyebabkan interaksi obat. Hendaknya diberikan jeda waktu sekitar 1 jam apabila sudah terlanjur minum teh.

Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit bersama PERSADIA oleh Bpk. Arkani, S.ST. Fisio (Instalasi Rehabilitasi Medik/Fisioterapi) dan Tim PKRS dengan materi tentang “Penyuluhan Senam Kaki”

Pada hari Jum’at, 27 Oktober 2017 Pukul 05.30 WIB, bertempat di halaman depan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Bapak Arkani, S.ST.Fisio (Fisioterapis RS) dan Tim PKRS dengan Materi Penyuluhan Senam Kaki bersama PERSADIA.

 

 

 

 

Bapak Arkani menjelaskan pengertian senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki.

Di Indonesia jumlah penderita DM 2,5 juta pada tahun 1994 dan akan meningkat menjadi 5 juta pada tahun 2010 (Tjokroprawiro, 2006)

Hasil penelitian epidemiologis di Indonesia juga menunjukan peningkatan prevalensi DM dari 1,5% pada tahun 1991 menjadi 5,7% pada tahun 2001. Dengan melihat pola pertumbuhan penduduk saat ini, diprediksi pada tahun 2020 dengan asumsi prevalensi 2% saja akan didapatkan 9 juta orang penyandang DM (Sugondo, 2007).

Penyebab ulkus/luka pada kaki diabetik, antara lain

  • Angiopati : sumbatan pada pembuluh darah
  • Neuropati : menurun / hilang rasa pada kaki
  • Infeksi : masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh dan menimbulkan reaksi peradangan

 

 

 

 

 

 

 

Tanda- tanda awal kaki diabetik (sumbatan pada pembuluh darah pada tungkai) antara lain :

  • Pain (nyeri)
  • Paleness (kepucatan)
  • Paresthesia (kesemutan)
  • Pulselessness (denyut nadi melemah / hilang)
  • Paralysis (lumpuh)

 

 

 

Tujuan senam kaki, antara lain:

  • memperbaiki sirkulasi darah
  • memperkuat otot-otot kecil
  • mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
  • meningkatkan kekuatan otot betis dan paha
  • mengatasi keterbatasan gerak sendi

Manfaat senam kaki yaitu supaya penderita diabetes mellitus tidak terjadi luka dan infeksi atau bahkan terjadi gangren yang dapat berakhir dengan tindakan amputasi.

Selesai penyuluhan senam kaki, senam DM bersama PERSADIA, dilanjutkan dengan senam aerobik. #Salam_Sehat #Ayo_Gerak

 

 

Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Fitriyana, AMG, Wiwik Suharti, M.Kes dan Tim PKRS dengan Materi “Diet Asam Urat”.

Pada hari Rabu, 25 Oktober 2017 bertempat di ruang tunggu Poliklinik Rawat Jalan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Fitriyana, AMG, Wiwik Suharti, M.Kes dan Tim PKRS dengan Materi Diet Asam Urat.

 

 

 

 

 

 

 

 

Ibu Fitriyana, AMG menjelaskan Asam Urat adalah senyawa sukar larut dalam air yang merupakan hasil akhir metabolisme purin. Secara alamiah purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan) atau hewan (daging, jeroan, ikan sarden), juga dalam minuman beralkohol dan makanan kaleng.

Gejala asam urat antara lain persendian terasa nyeri terutama pada malam dan pagi hari, seperti di tumit, pergelangan tangan, jari kaki, tangan, siku, dan lutut. Gejala asam urat biasanya persendian bengkak, terasa panas, memerah dan nyeri sekali.

 

 

 

 

 

 

 

Ibu Wiwik Suharti, M.Kes menambahkan untuk mengatasi asam urat dapat dilakukan dengan diet membatasi makanan karbohidrat sederhana seperti gula aren, gula pasir, madu, sirup, dodol, dan selai. Tetapi penuhi kebutuhan karbohidrat dari nasi, kentang, roti dan ubi.

Batasi konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi, seperti hati, ginjal, limpa, babat, usus, otak, paru, jantung, ekstrak daging, ikan sarden, angsa kerang, udang kecil, tapi konsumsilah makanan seperti susu, telur, tahu, tempe kedelai, dan kacang hijau.

Cukupi kebutuhan cairan (banyak minum air putih), hindari alkohol, dindari durian, alpukat, nanas, air kelapa, dan melinjo. Batasi sayur bayam, buncis, kembang kol, brokoli, dan jamur.

Tips Pencegahan :

  1. Minum air minimal 8 gelas sehari efektif untuk menghilangkan asam urat
  2. Mengurangi kebiasaan buruk merokok
  3. Menghindari konsumsi yang mengandung purin tinggi
  4. Berolahraga rutin minimal 2-3 kali seminggu
  5. Jangan bekerja terlalu keras
  6. Konsumsi sayur dan buah seperti jeruk, jambu biji, wortel, dan brokoli

Kegiatan Senam Diabetes dan Perjanjian Kerjasama (PERSADIA) Cab. Kapuas dan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo

Pada hari Jum`at, 20 Oktober 2017 Pukul 05.30 WIB, bertempat di halaman depan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Kegiatan Senam Diabetes rutin bersama Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Cab. Kapuas.

 

 

 

 

 

Pada kesempatan ini pula ditandatangani oleh Ketua PERSADIA Cab. Kapuas Bpk. Talinting E. Toepak, Perjanjian Kerjasama antara PERSADIA dan RSUD Kapuas terkait program promosi kesehatan yaitu kegiatan Senam Diabetes Melitus rutin setiap hari Jum`at pagi. Bagi masyarakat Kab. Kapuas walaupun bukan penderita DM yang ingin berpartisipasi dipersilakan mengikuti kegiatan senam ini untuk menjaga kesehatan jasmani dan meramaikan kegiatan.

Bagi anak muda, remaja, ibu, bapak atau masyarakat yang masih ingin berolahraga lebih, setelah Senam Diabetes dilanjutkan dengan Senam Aerobik yang difasilitasi oleh Instruktur Senam dari RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. #PromKesRS

Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Nurdiana, S.Kep dan Tim PKRS dengan Materi “Kebersihan Tangan (Hand Hygiene)”.

Pada hari Kamis, 19 Oktober 2017 bertempat di ruang tunggu Poliklinik Rawat Jalan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Nurdiana, S.Kep dan Tim PKRS dengan Materi “Kebersihan Tangan (Hand Hygiene)”.                

 

Ibu Nurdiana menjelaskan bahwa Hand Hygiene ( kebersihan tangan) adalah membersihkan tangan dengan menggunakan sabun / antiseptik dibawah air mengalir atau dengan menggunakan handrub. Mencuci tangan di air mengalir jika tangan terlihat kotor dan cairan berbahan dasar alkohol jika tangan tidak tampak kotor. Hal penting dalam Hand Hygiene :

  • Jaga kuku selalu pendek dan bersih, Jangan memakai perhiasan,kuku palsu, cuteks.
  • Pilih sabun antiseptik yang bersifat rendah iritatif.
  • Tangan harus benar kering sebelum menyentuh pasien atau lingkungan /peralatan pasien.
  • Lotion meminimalisir iritasi dermatitis         

         

 

 

 

 

 

   

 

 

   

 

Siapa yang wajib melakukan hand hygiene? Setiap orang yang bekerja dan berada di Rumah Sakit atau Fasiltas Pelayanan Kesehatan. Mintalah Petugas Kesehatan untuk mencuci tangan. Lindungi diri anda dengan melakukan hal ini : 1. Cuci tangan anda dan mintalah orang disekitar anda untuk melakukan hal yang sama 2. Jangan ragu untuk meminta petugas kesehatan untuk mencuci tangan sebelum menyentuh anda 3. Mintalah keluarga anda untuk mencuci tangan Sebelum melakukan kebersihan tangan pastikan asesoris cincin, termasuk cincin kawin, gelang, arloji, tidak dipakaiKebersihan tangan yang baik  terbukti dapat menurunkan   insiden Infeksi Rumah Sakit. cntoh cairan hand rub

Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Ns. Mariasi, S.Kep dan Tim PKRS dengan Materi “Peraturan (PPI) Pencegahan dan Pengendalian Infeksi bagi Pasien dan Keluarga Pengunjung Rumah Sakit”

Pada hari Kamis, 5 Oktober 2017 bertempat di ruang tunggu poliklinik rawat jalan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh Ns. Mariasi, S.Kep dan Tim PKRS dengan Materi “Peraturan (PPI) Pencegahan dan Pengendalian Infeksi bagi Pasien dan Keluarga Pengunjung Rumah Sakit.

 

 

 

 

 

 

Ibu mariasi menjelaskan mengenai pentingnya kebersihan tangan serta bagaimana akibat yang timbulkan apabila kita tidak cuci tangan terutama setelah berkunjung ke rumah sakit.

Selain itu dijelaskan tentang etika batuk / bersin dimana setiap individu yang sakit tidak boleh batuk / bersin sembarangan karena bakteri yang disebarkan melalui batuk / bersin sangat banyak sekali menyebar disekitar hingga jarak 3 meter. Sebaiknya apabila batuk / bersin menggunakan lengan bagian dalam, gunakan tisu yang kemudian langsung dibuang ke bak sampah, gunakan masker, serta segeralah cuci tangan karena partikel bakteri sudah menempel di tangan.

Bagi anak dibawah usia 12 tahun hendaknya jangan dibawa ke rumah sakit untuk berkunjung karena rentan terkena berbagai penyakit menular di rumah sakit, kecuali dalam keadaan terpaksa atau berobat.

Juga dijelaskan untuk seluruh pengunjung supaya menjaga kebersihan seluruh kawasan rumah sakit dengan tidak membuang sampah sembarangan guna tetap menjaga Adipura yang telah diperoleh Kota Kuala Kapuas Kota Air (Aman, Indah, dan Ramah).

Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit tentang Karang Gigi oleh drg. Krisma Novelianty dan Tim PKRS dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas

Pada hari Kamis, 5 Oktober 2017 bertempat di ruang tunggu poliklinik rawat jalan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan penyuluhan tentang Karang Gigi oleh drg. Krisma Novelianty dan Tim PKRS.

drg. Krisma menjelaskan bahwa karang gigi merupakan kotoran dalam mulut yang menempel pada gigi dalam waktu lama yang mengeras dan membatu sehingga tidak bisa dibersihkan hanya dengan menggosok gigi ataupun obat kumur.

Apabila karang gigi tidak dibersihkan dapat menyebabkan gangguan kesehatan mulut seperti radang gusi (gingivitis), radang jaringan penyangga gigi (periodontitis) sehingga menyebabkan gigi goyang kemudian lepas/tanggal.

Karang gigi dapat diatasi dengan dilakukan pembersihan karang gigi (scalling) oleh dokter gigi atau perawat gigi. Poliklinik Gigi RSUD Kapuas melayani tindakan pembersihan karang gigi (scalling) dan untuk pasien BPJS ditanggung satu kali dalam setahun dengan membawa surat rujukan dari puskesmas atau dokter keluarga BPJS.