Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh dr. Diana Yuniarti dan Bpk. Syarwani, S.Kep, Ns dan Tim PKRS dengan materi tentang “Manajemen Nyeri”

Pada hari Jum’at, 3 Nopember 2017 Pukul 09.00 WIB, bertempat di Ruang Tunggu Poliklinik Rawat Jalan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dilaksanakan Penyuluhan / Promosi Kesehatan Rumah Sakit oleh dr. Diana Yuniarti dan Syarwani, S.Kep, Ns, beserta Tim PKRS dengan Materi Penyuluhan tentang Manajemen Nyeri.

dr. Diana menjelaskan nyeri adalah sensasi yang bersifat pribadi, merupakan tanda/peringatan adanya kerusakan jaringan dan merupakan pola respon untuk melindungi organisme dari hal-hal yang membahayakan. Nyeri dibedakan menjadi nyeri ringan, nyeri sedang, nyeri berat dan nyeri sangat berat (dimana pasien sudah tidak mampu lagi  berkomunikasi, memukul).

Penyebab  Nyeri Yaitu: Trauma
a). Mekanik

Rasa nyeri timbul akibat ujung-ujung saraf bebas mengalami kerusakan, misalnya akibat  benturan, gesekan, luka dan lain-lain.

b). Thermis
Nyeri timbul karena ujung saraf reseptor mendapat rangsangan   akibat panas, dingin,  misal  karena api dan air.

c). Khemis (Chemical)
Timbul karena kontak dengan zat kimia yang bersifat asam atau basa kuat.

Menurut durasinya nyeri dibedakan menjadi:

  1. Nyeri akut sebagai kumpulan pengalaman yang tidak menyenangkan        yang berkaitan dengan sensori, persepsi dan emosi serta berkaitan dengan respon autonomik, psikologik, emosional dan perilaku.
  2. Nyeri kronik  adalah situasi atau keadaan pengalaman nyeri yang  menetap atau kontinyu selama beberapa bulan atau tahunan setelah fase penyembuhan dari suatu penyakit.

Faktor yang Mempengaruhi Nyeri Yaitu:

a). Lingkungan

Nyeri dapat diperberat dengan adanya rangsangan dari lingkungan yang berlebihan  misalnya kebisingan,cahaya yang sangat terang.

b). Umur

Toleransi terhadap nyeri meningkat sesuai dg pertambahan usia. Semakin bertambah usia seseorang, maka semakin bertambah pula pemahaman terhadap nyeri dan usaha mengatasinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Beberapa tindakan khusus untuk menghilangkan nyeri secara non farmakologik yaitu:

  1. Distraksi adalah metode utk menghilangkan nyeri dg cara mengalihkan perhatian klien pada hal-hal lain sehingga klien lupa terhadap nyeri yang dirasakannya. Beberapa teknik distraksi, antara lain : a. Nafas lambat, berirama b. Massage and Slow, Rhythmic Breathing c. Baca koran,majalah d. Memeluk orang yang dicintai
  2. Relaksasi merupakan metode yang efektif terutama pada klien yang mengalami   nyeri   kronis,dan untuk mengurangi ketegangan otot  dan menurunkan kecemasan.Teknik relaksasi antara lain:
    1. Klien menarik nafas dalam
    2. Perlahan2 udara dihembuskan .
    3. Klien bernafas beberapa kali dg irama normal.
    4. Setelah klien merasa rileks, klien hendaknya dianjurkan bernafas secara pelan2.
  3. Stimulasi Kulit (Cutaneus) Beberapa teknik untuk stimulasi kulit antara lain :a. Kompres dingin

    b. Analgesics ointments seperti pengolesan krim / gel penghilang nyeri

    c. Counteriritan, seperti plester .

    d. Contralateral Stimulation, yaitu massage / pijat kulit pada area yang  berlawanan dengan  area yang nyeri.