Sejarah

Reference: BMA QS-30.023.0182 Title: "The staff of the hospital in Kuala Kapuas 1932." Creator: unknown Date: 1932 “The staff of the hospital in Kuala Kapuas 1932.,” BMArchives, accessed January 5, 2016, http://www.bmarchives.org/items/show/82505.
Reference: BMA QS-30.023.0182
Title: “The staff of the hospital in Kuala Kapuas 1932.”
Creator: unknown
Date: 1932
“The staff of the hospital in Kuala Kapuas 1932.,” BMArchives, accessed January 5, 2016, http://www.bmarchives.org/items/show/82505.

Dalam sejarah perkembangannya Rumah Sakit Umum Kuala Kapuas pada awalnya berada di Kampung Barimba Kecamatan Kapuas Hilir dengan nama “Rumah Sakit Hanggulan Sinta” yang didirikan oleh Zending Basle misionaris agama Kristen Protestan.

Selanjutnya pada tahun 1966 berpindah tempat ke Jl. Piere Tendean hanya melayani rawat jalan, kemudian pada tahun 1969 baru melayani rawat inap dengan 48 tempat tidur dengan klasifikasi rumah sakit type D.

Kemudian pada tahun 1990 atas bantuan dana Loan Asian Developmant Bank dibangunlah Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas di atas tanah dengan ukuran 30.000 M2 yang terletak di jalan Tambun Bungai No. 16 seperti sekarang ini masih dengan klasifikasi type D.

Dengan berkembangnya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat seiring pula dengan pembenahan dalam melengkapi fasilitas fisik, penunjang pelayanan dan peralatan medis canggih, serta sumber daya manusianya, maka pada 10 Mei 1997 berdasarkan hasil penilaian rumah sakit dikeluarkanlah SK Menkes RI Nomor : 487/MENKES/SK/V/1997 menjadi type C dengan pelayanan 4 pelayanan spesialis dan pelayanan kesehatan dasar IGD 24 jam. Dengan demikian pola pelayanannya menjadi tidak hanya  bersifat kuratif dan rehabilitatif saja namun juga promotif dan preventif.

Secara struktural BLUD RSUD Dr. H. Soemarno Soroatmodjo mengacu pada Perda Kabupaten Kapuas Nomor : 5 Tahun 2008 meliputi : Direktur dibantu oleh 3 Kabid.yaitu Kabid. Yanmed, Kabid. Keperawatan, Kabid. Keuangan dan 1 Kabag. yaitu Kepala Bagian Kesekretariatan dan Rekam Medis, kemudian mmasing-masing Kabid dan Kabag. dibantu oleh Kepala Seksi. Namun secara fungsional seorang direktur rumah sakit membawahi langsung  kelompok jabatan fungsional meliputi : UPF, Kepala Instalasi, dan Kepala Ruangan Perawatan Rawat Inap  dan Poliklinik rawat Jalan.

Sasaran pembangunan pelayanan kesehatan pada awal tahun 2008 lebih diarahkan pada pelayanan keluarga miskin dengan beberapa penambahan pembangunan fisik ruang kelas III, dan juga pengadaan peralatan medis untuk menunjang pelayanan kesehatan tersebut. Keberpihakan rumah sakit dalam pelayanan kepada masyarakat miskin sangat tinggi sekali, hal ini dibuktikkan dengan bentuk pelayanan bukan hanya melayani Askeskin/Jamkesmas melainkan memperjuangkan dana yang cukup untuk pelayanan Jamkesda (bagi masyarakat miskin yang tidak terdaftar dalam Jamkesmas ). Pembenahan rumah sakit menuju pelayanan prima juga sangat dirasakan oleh masyarakat, terbukti dengan banyaknya perbaikan-perbaikan seperti : kebersihan ruangan dan lingkungan, keramahan petugas, kasir satu pintu, prosedur yang pendek, pembiayaan yang transparan, dan bentuk-bentuk pelatihan untuk pengembangan staf dalam pemberian pelayanan.

Indikator kinerja dan keberhasilan BLUD RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas sudah dilaporkan secara khusus dalam LAKIP 2014, namun beberapa hal yang dapat disampaikan dalam profil ini setidaknya menjadi gambaran global dalam perkembangan rumah sakit kita selama tahun 2014, dan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan perencanaan (RENSTRA tahun 2013-2018).

Sejak tahun 1939 sampai dengan 1966 rumah sakit tersebut dipimpin oleh : Dr. CM Vischer (1939), Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo (1939), Dr. C. Maillola (1939), Dr. Hasberg (1947), Dr. Druchmyer (1947), Dr. Hu Genkam (1952) Dr. AH Klokke (1952), Dr. JJ Findenik (1957), Dr. Med Batke (1957), Dr. Med Kahvelt (1958), Dr. Ang Tiong Guan (1958), Dr. Hery Darsono (1962).

Sejak tahun 1966, Zending Basle ingin memakai bangunan mereka, maka Pemerintah Daerah memindahkan rumah sakit dari Barimba ke Jl. Kapten Pierre Tendean Kelurahan Selat Hilir Kecamatan Selat menempati tanah seluas 60.000 m2 yang berfungsi sejak Mei 1966 dengan dipimpin oleh Dr. Hery Darsono khusus hanya melayani pasien rawat jalan.

Pada tahun 1969 rumah sakit dibawah pimpinan Dr. Irum J Sawong (1969-1972) membuka pelayanan rawat inap dengan kapasitas 20 tempat tidur yang melayani penduduk kota Kuala Kapuas dan sekitarnya disamping pelayanan rawat jalan yang sudah ada sebelumnya.

Untuk selanjutnya rumah sakit dipimpin oleh Dr. Benny Sumartono (1972), Dr. Yoyo Ambeng (1972-1975), Drg. Tukik Bundu Tumon, SKM (1975-1976), Dr. Mursito Suprapto(1976-1979), Dr. Bobby P Simanjuntak (1979), Dr. Paulus Ariestanto Suhamzah (1980), Dr. Bambang Sugiarto (1981-1983), Dr. Duriyanto Oesman (1983-1985), Dr. Iskandar Zulkarnaen (September 1985 sd 31 Oktober 1988), dan Dr. Qomaruddin Sukhemi (31 Oktober 1988 sampai 28 Februari 1996).

Pada masa inilah RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI pada tanggal 6 Februari 1993 dengan menempati gedung baru yang ada di Jl. Tambun Bungai No. 16 Kuala Kapuas.

Setelah Dr. Qomaruddin Sukhemi pindah ke Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Kapuas, RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo kemudian dipimpin oleh Dr. Dody Firmanda (1 Maret 1996), Dr. Ikbal Ibuk Sindi (1997), Dr. Abdul Muin, SpOG (2000-2002), Dr. H. Suherman Arifin MKes (2002-2006).

Sejak tanggal 9 Juni 2006 Dr. H. Bawa Budi Raharja menjadi direktur RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo sampai sekarang.

Silahkan bagikan