Laporan Kasus – Dislokasi Bahu

dr. Erika
dr. Erika

Pada hari Jum’at, 12 Juni 2015 bertempat di aula rumah sakit diselenggarakan kegiatan laporan kasus. Presentasi disampaikan oleh dr. Erika (dokter internsip) dengan topik dislokasi bahu kiri. Berbeda dengan laporan kasus sebelumnya, laporan kasus kali ini dihadiri oleh manajemen rumah sakit. Pendamping dokter internsip yang hadir adalah dr. Diana Yuniarti.

Laporan Kasus Bedah Dokter Internsip

dr. Eka (kiri) dan dr. Rina (kanan)
dr. Eka (kiri) dan dr. Rina (kanan)

Pada hari Rabu, 6 Mei 2015 bertempat di aula rumah sakit dilaksanakan kegiatan Laporan Kasus Bedah Dokter Internsip. Kegiatan ini merupakan salah satu proses yang harus dijalani oleh para dokter internsip. Presentannya adalah dr. Eka dan dr. Rina yang membawakan materi:

  • Hernia inguinalis lateralis
  • Tromboangitis obliteran – Buerger’s Disease.

Kegiatan ini dihadiri oleh rekan internsip lain, pendamping dan spesialis terkait.

Audit Medis Kasus Kebidanan

IMG-20150609-00417
dr. Ruth (kiri) dan dr. Rintho
IMG-20150609-00418
Peserta audit medis

Pada hari Selasa, 9 Juni 2015 bertempat di aula rumah sakit dilaksanakan kegiatan Audit Medis Kasus Kebidanan. Hasil audit ini disampaikan oleh dr. Ruth Widhiarti R. Putri, SpOG. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dokter jaga IGD dan bidan PONEK.

Beberapa rekomendasi dari audit ini adalah:

  1. Membuat PONEK sebagai instalasi tersendiri terlepas dari IGD RS dengan SDM yang benar-benar telatih.
  2. Pembuatan dan penyediaan melengkapi yang blumm tersedia (SOP SPM, PPK, Clinical Pathway di PONEK)
  3. Pelatihan obstetri emergensi tim PONEK
  4. Pelatihan membuat catatan medik yang benar enunjang akreditasi RS untuk semua dokter dan perawat serta yang berkepentingan mengisi RM
  5. Membuat komitmen dan kesepakatan cara berkonsultasi antara dokter jaga dan dokter spesialis
  6. Bimbingan tentang patient safety.

Menanggapi hasil audit medik ini, pihak manajemen berjanji untuk membantu semua rekomendasi yang sudah dihasilkan dalam audit medis ini.

Presentasi Radiologi – Kendali Mutu dan Keamanan Pasien

Bapak Basuki mempresentasi Program Radiologi
Bapak Basuki mempresentasi Program Radiologi

Pada hari Senin, 8 Juni 2015 bertempat di aula rumah sakit dilaksanakan kegiatan pemaparan program Radiologi dalam rangka mempersiapkan akreditasi rumah sakit versi 2012. Presentasi ini dibandingkan dengan standar yang dikeluarkan oleh JCI.

Standar-standar yang melibatkan radiology

Pak Dusi kembali ke rumah sakit

Pada hari Jum’at, 5 Juni 2015 bertempat di aula kantor Bupati Kapuas dilaksanakan kegiatan Pelantikan Pejabat Struktural Eselon III dan IV. Bapak Dusi, SKM, MMKes yang semula menduduki jabatan sebagai Kepala Bidang Keluarga Berencana pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas sekarang menjabat sebagai Kepala Bagian Kesekretariatan dan Rekam Medik RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo.

Jabatan Kepala Bagian Kesekretariatan dan Rekam Medik sempat kosong selama 6 bulan setelah ditinggalkan oleh Bapak Ns. Selot, ME.

Lelang Pekerjaan Rehab Gedung Bangunan Ruang Anggrek

1. Paket Pekerjaan
Nama paket pekerjaan : Rehab Gedung Bangunan Ruang Anggrek
Nilai total HPS : Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah)
Sumber pendanaan : APBD Tahun 2015
Lokasi : RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo (Kec. Selat, Kab.Kapuas)

2. Persyaratan Peserta
Paket pengadaan ini terbuka untuk penyedia Jasa Kontrusksi dengan terlebih dahulu melakukan registrasi pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

3. Pelaksanaan Pengadaan
Pengadaan barang/jasa dilaksanakan secara elektronik dengan mengakses aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (aplikasi SPSE) pada alamat website LPSE: http://www.lpse.pulangpisaukab.go.id

4. Jadwal Pelaksanaan Pengadaan
Jadwal dapat dilihat pada website LPSE.

ttd

Ketua Pokja ULP RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo

Sepsis pada anak-anak

  • Tampilan klinis awal mungkin tidak spesifik (terutama pada kelompok umur yang lebih muda)
  • Mengingat kritisnya waktu pada sepsis berat dan syok septik, bila diduga sepsis berdasarkan klinis biasanya paling baik untuk memulai penyelidikan dan terapi sepsis awal, termasuk resusitasi cairan, dan dilanjutkan sampai sepsis disingkirkan.
  • Perkembangan menuju kegagalan organ dan syok seringkali sangat cepat, sehingga pendeteksian dan terapi dini sangat penting.
  • Disamping antibiotik, tidak ada terapi khusus yang terbukti berhasil. Terapi lain setelah antibiotik adalah suportif, dan harus diberikan sesuai dengan pedoman berdasarkan konsensus yang dikenal secara internasional.

Sumber: BMJ Best Practice. Last updated: Mar 23, 2015.